Program Desa Harus melalui Musrenbang, Dewi : Prioritas Ekonomi Produktif

MUARA ENIM | KSOL –  Usulan program pembanguan di desa harus melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Kalau ada usulan program di luar Musrenbang, akan sulit direalisasikan. Meskipun, ada satu atau dua pembangunan melalui CSR PTBA. Tapi kan jumlahnya terbatas. Dan itupun harus melalui proses terlebih dahulu,” ujar Lurah Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Dewi Resmini BA, Musrenbang 2017-2018 tingkat Kelurahan Tanjung Enim, di Balai Serba Guna Kelurahan Tanjung Enim (17/1/16).

Lebih lanjut, Lurah yang baru dua pekan menjabat ini menegaskan, Musrenbang dilakukan untuk menampung aspirasi masyarakat, baik di bidang fisik, seperti pembangunan infrastruktur jalan setapak, musholah, aliran listrik, pagar dan bangunan gedung sekolah tingkat SD dan lainnya.

“Melalui Musrenbang, diharapkan usulan warga tentang pembangunan di desa dapat terwujud. Namun semua usulan pembangunan bila tidak melalui Msuurenbang, maka tidak akan dapat dibangun,” tegasnya.

Namun, Dewi mengatakan tidak semua usulan langsung diwujudkan. Sebab walau harus melalui Musrenbang, tetap melihat skala prioritas yang memang benar-benar sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.

Tentang program prioritas Dewi mengatakan, tahun ini ingin kelurahan Tanjung Enim memprioritaskan masalah ekonomi produktif. Kenapa demikian? “Karena untuk pembangunan fisik, pada umumnya sudah banyak, seperti pembangunan jalan stapak dan lainnya,” tegasnya.

Selain itu, Dewi menambahkan pihaknya juga akan melakukan program pemberdayaan masyarakat yakni ekonomi kerakyatan. Program ini menurutnya, berhubungan dengan usaha mikro menegah yang sifatnya dapat membantu masyarakat untuk usaha.

Menurut Dewi, kegiatan Musrenbang ini yang di tonjolkan adalah usulan skala prioritas dari masyarakat. Mengingat tambahnya, banyak usulan dari warga yang belum terealisasi dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, untuk usulan tahun 2017 akan direalisasikan di tahun 2018 nanti.

“Jadi akan kami prioritaskan kembali agar diakomodir nanti baik ditingkat Kecamatan dan Kabupaten sekitar bulan Februari mendatang. Karena peserta Musrenbang ada yang mengatakan ke kami, Musrenbang terus tapi tidak pernah terkabul,”tukasnya.

Hadir pada acara itu, Sekretaris Camat Kecamatan Lawang Kidul, Safranuddin, BBA, peserta Musrenbang yang terdiri dari, 58 ketua RT dan 8 ketua RW, Ibu-ibu PKK, Tokoh agama,Kepala sekolah dari tingkat TK-Paud,SD,SMP,SMA dan SMK.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR :  T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *