PDIP Klaim Akan Pecat Semua Kader yang Terlibat Korupsi

JAKARTA | KSOL  — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberi tiga arahan penting kepada seluruh kader saat rapat konsolidasi dan koordinasi HUT PDIP ke-44, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Arahan pertama yang harus dipegang oleh seluruh kader partai berlambang banteng itu adalah tidak melakukan praktik korupsi.

Hasto mengatakan, Megawati dengan tegas memperingatkan setiap kader PDIP agar menjauhi korupsi. Kader yang terlibat, kata Hasto, akan langsung dipecat dari partai.

“Jangan melakukan korupsi, kalau mereka korupsi akan dipecat tanpa ampun dari DPP partai,” ujar Hasto di sela-sela acara.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) mengatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri (kanan) akan memecat kader yang korupsi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) mengatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri (kanan) akan memecat kader yang korupsi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pesan kedua dan ketiga, kata Hasto adalah terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 dan mengukuhkan dukungan pada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP, Ganjar Pranowo mengungkapkan, peringatan Megawati kepada kader yang korupsi sangat keras.

“Bu Mega mengingatkan dengan sangat keras sekali. Hentikan semuanya, jangan ada yang main-main. Saya kira itu yang paling penting, yang sifatnya keseluruhan,” ujar Ganjar.

Terkait pelaksanaan Pilkada 2017, Ganjar mengatakan Megawati berpesan agar setiap kader saling membantu satu sama lain untuk memenangkan daerahnya.

Akhir tahun 2016, Bupati Klaten Sri Hartini yang juga merupakan kader PDIP menjadi tersangka atas kasus dugaan suap. Dalam operasi tangkap tangan, KPK menyita uang lebih dari Rp2 miliar di rumah dinasnya.

Menurut catatan, selain Sri, tiga kepala daerah lain yang juga berstatus kader PDIP telah lebih dulu ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi. Mereka adalah mantan Bupati Subang Ojang Sohandi, Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan, dan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

TEKS : REL/CNN  INDONESIA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *