Plt Bupati Empat Lawang Pastikan TPP Tiap Instansi Sama

EMPAT LAWANG |  KSOL — Keluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang terkait besaran Tunjangan Profesi Pegawai (TPP), yang tidak sama antara satu intansi dan intansi lainnya, ternyata ditanggapi serius oleh Pemkab Empat Lawang.

Apabila sebelumnya Plt Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah menyampaikan, untuk menyamakan besaran TPP disetiap intansi masih mencari payung hukum. Untuk tahun 2017 ini dipastikan TPP disetiap intansi sama.

Kepastian itu, disampaikan Plt Sekrestaris Daerah (Sekda) Empat Lawang H Edison Jaya, baru-baru ini. “Mulai bulan ini, besaran TPP sudah sama. Tidak seperti sebelumnya TPP yang besar yakni Bappeda, DPPKAD, Inspektorat, Dinas Pajak dan Retribusi yang sebelum nomenklatur Dispenda. Nah saat ini sudah sama semua besaran TPP disetiap intansi,” ungkap Edison.

Dengan bedanya besaran TPP, kata Edison, memang membuat kecemburuan pegawai yang lainnya, terkhusus kepada empat intansi yang memperoleh TPP berbeda dengan intansi yang lainnya.

“Wajar saja kalau ada kecemburuan. Coba bayangkan, besarlah TPP Kabid di Bappeda dari pada Kepala Dinas Pendidikan, apalagi kalau untuk staf. Sebab itu setelah payung hukumnya sudah, TPP disamakan,” katanya.

Setiap absensi pegawai, Edison menjelaskan, akan berpengaruh dengan TPP yang diterima pegawai. Sebab jika tidak masuk kerja, lalu terlambat masuk, ada potongan untuk TPP.

“Tentu ada potongan jika pegawai tidak masuk kerja. Terlambat masuk dan pulang lebih cepat saja juga ada potongannya. Pada intinya pemerintah memberi TPP ini agar kedisiplinan pegawai meningkat, jadi apabila dinilai kedisiplinan pegawai tidak ada perubahan apalagi menurun, tidak menutup kemungkinan tetap akan dihapuskan,” jelasnya.

Saat ini, sebut Edison, absensi Fingerprint (sidik jari, red) telah berangsur dipasang diberapa kantor. Namun ia tidak menampik tetap adanya kecurangan walaupun memakai absensi fingerprint.

“Ada cara untuk memanipulasi sidik jari itu, seperti sidak jari cadangan, nah untuk mengatisipasi hal tersebut, kita akan memasang Closed Circuit Television (CCTV) didekat fingerprint, agar terlihat apakah benar-benar pegawai bersangkutan yang absen,” ungkap Edison.

Namun semua itu, dilanjtukan Edison, akan dilakukan bertahap, terutama untuk CCTV. “Sekarang baru fingerprint yang kita pasang, CCTV berangsur akan kita pasang juga. Namun yang kita harapkan kesadaran dari pegawai lebih penting,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *