Ki Dalang Degleng : Rakyat Ingin Pemimpin Mengerti Budaya

KAYUAGUNG | KSOL – Ki Dalang Degleng, Totok Irawan tak segan mengeritik perilaku sebagian anggota parlemen di Ogan Komering Ilir (OKI) dan pemimpin di negeri ini. Kali itu melalui lakon ‘Petruk jadi Ratu” Ki Dalang menitikberatkan pada kepedulian budaya sebagian wakil rakyat.

Menurutnya, sebagian wakil rakyat atau para pemimpin di negeri ini, kedatangan mereka dalam sebuah even sebagaimana pergelaran wayang, hanya mencari simpati masyarakat. Pernyataan ini terkait sejumlah pengalaman Ki Dalang sebelumnya.

“Mereka hanya datang memberikan bantuan lalu pulang. Tapi para anggota dewan dari PDIP ini tidak demikian. Sebab mereka ikut menikmati pementasan kami, bahkan hingga larut malam. Pemimpin yang mengerti budaya seperti ini yang kami inginkan,” tuturnya pada pergelaran wayang kulit dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-22 Desa Sinar Harapan Mulia Kecamatan Teluk Gelam, belum lama ini (7/1/2017).

Oleh sebab itu Ki Dalang Degleng, berharap budaya wayang kulit harus dilestarikan agar tetap dikenal anak cucu. Sebab menurutnya, wayang kulit bagaikan telur dari kebudayaan itu sendiri.

“Dengan Wayang kata Ki Dalang, setiap manusia bisa berbicara banyak hal. Baik itu konsep sosial, relijius, maupun kehidupan wayang itu sendiri. Banyak hal bisa dieksplor dari wayang dengan lebih bebas,” tegasnya.

Seiring dengan pergeralarn wayang malam itu, hadir pula Abdiyanto Fikri, salah satu bakal calon (balon) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kali itu, politisi PDIP OKI ini  mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya pergelaran wayang kulit. Sebab kesenian wayang merupakan ciri khas budaya Indonesia.

“Wayang kulit merupakan salah satu ikon Indonesia yang harus dipertahankan serta dilestarikan. Karena dalam pergelaran wayang terdapat nilai-nilai yang menggambarkan kehidupan masyarakat,” katanya.

 Menurutnya, dalam pewayangan mengajarkan tentang dua sisi watak dan kepribadian manusia yang baik dan buruk. Meskipun pada akhirnya, kebaikanlah yang akan menjadi pemenang.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan, Pergelaran wayang juga menjadi momentum untuk menguatkan kepribadian dan kebudayaan bangsa yang terus bergerak. Diharapkan, pergelaran wayang dapat memberi motivasi kepada bangsa ini untuk melakukan revolusi mental.

Pergelaran malam itu dihadiri ratusan masyarakat Desa Sinar Harapan Mulia. Bahkan, ada yang menyaksikan wayang dari layar lebar.

TEKS : ROMI MARADONA  | EDITOR : IMRON SUPRIYADI  




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *