Demi Asian Games 2018, Kemenhub RI Bantu 300 Unit Bis Transmusi

Sudirman, Kabid Perkeretaapian dan LLAJ Sumsel

Sudirman, Kabid Perkeretaapian dan LLAJ Sumsel

PALEMBANG | KSOL  — Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI dipastikan akan membantu 300 unit Bis Transmusi di Palembang. Hal ini terkait dengan pelaksanaan Asian Games di Palembang 2018. “Namun sampai saat ini baru 50 unit. Sisanya 250 unit akan diberikan tahun 2018,” ujar Sudirman, Kabid Perkeretaapian dan LLAJ Sumsel, belum lama ini, (25/12/2016).

Sejumlah bis bantuan ini menurut Sudirman sebagai kendaraan operasional Asian Games 2018. “Selain itu juga, sebagai sarana untuk mewujudkan integrasi transportasi dalam kota mulai dari bandara, bus, light rail transit (LRT) dan kereta api,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Sudirman memastikan pada akhir 2017, sudah tidak ada lagi bus kota yang beroperasi di jalan. Jalur trayek bis kota akan dialihkan menjadi bus Antar Kota dan Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). “Targetnya, pada 2018 Kota Palembang akan clear dari kendaraan bus kota. Sebagai gantinya Bis Transmusi,” tambahnya.

Pengalihan jalur trayek ini menurut Sudirman juga terkait dengan sejumlah izin bis kota yang tak layak jalan. Oleh sebab itu pihak LLAJ Sumsel tidak melakukan perpanjangan izin trakyek untuk bis kota.

“Bis yang ada sekarang ini sudah tua dan tidak layak jalan, jadi kita tidak perpanjang izin trayeknya. Kalau ada  kendaraan yang mengajukan izin perpanjangan trayek tidak diberikan. Kecuali izin AKAP dan AKDP,” jelasnya.

Namun faktanya, jumlah pengajuan perpanjangan izin trayek AKAP dan AKDP sangat sedikit. “Per tahun itu hanya ada 10 PO dari total puluhan PO di Sumsel,” ujarnya.

Menurut Sudirman, minimnya pengajuan ini sangat erat hubungannya dengan persaingan jasa angkutan dengan travel gelap (travel tidak resmi). Diantara travel gelap  mangkal di samping Jembatan Ampera, Jalan Veteran, atau di sekitar Tugu KB Kertapati dan titik lainnya.

“Travel gelap ini sangat simpel dan murah. Mereka tidak perlu masuk terminal untuk membayar retribusi. Kemudian, mereka langsung dianter dan jemput sampai ke rumah. Tentunya ini ngirit pengeluaran penumpang. Makanya banyak masyarakat yang  milih naik travel gelap,” tegasnya.

TEKS : T PAMUNGKAS | EDITOR : SUMARMAN




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *