Pemuda Muaraenim Bantah, Aksi Bela Islam III sebagai Makar

TANJUNG ENIM I KSOL – Aksi bela Islam pada Jumat 2 Desember 2016 telah berlalu. Namun hal itu masih mengundang tanggapan sejumlah pihak. Sebab hingga saat ini efek aksi tersebut berimbas pada tuduhan makar. Tak ayal, beberapa orang ditangkap dengan tuduhan mereka telah merencanakan terhadap pemerintahan Jokowi-Jk.

Tekait hal, Jaka P salah satu aktifis di Tanjung Enim mengatakan, aksi 212 yang mereka lakukan bukan sebagai usaha makar terhadap pemerintah. Namun aksi itu menuntut      pemerintahan Jokowi-JK agar Ahok ditangkap dan diadili sebagai penista agama.

Menurutnya persoalan ini merupakan persoalan besar yang telah mendunia. Oleh sebab itu, mereka menuntut agar pemerintah Jokowi-JK untuk mengadili dan memenjarahkan tersangka Ahok.

“Kita tegaskan aksi 212 ini bukan upaya makar, Islam agama cinta damai, dan aksi ini bukan untuk memojokkan etnis tertentu, kami menuntut kesamaan hukum,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait dengan tuduhan penistaan agama oleh Gubernur DKI Non aktif Basuk Tjahaya Purnama alias Ahok, 2 jutaan umat muslim menggelar aski 2 kali tahapan.

Pertama dilakukan pada 4 November 2016 dan kedua, yang dikenal aksi bela Islam 3 atau aksi 212 secara nyata telah menarik perhatian dunia internasional.

Di Tanjung Enim aksi serupa juga digelar oleh kalangan muda. Mereka gabungan organisasi pemuda Islam di Tanjung Enim dan Muara Enim. Diantaranya, alumni mahasiswa di  Muara Enim seperti, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Remaja Masjid (IRMA), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Karang Taruna dan lainnya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *