Ada 34 Warga di Lubuklinggau Teridap HIV/AIDS

LUBUKLINGGAU I  KSOL  — Sedikitnya,34 warga tersebar diberbagai wilayah di Kota Lubuklinggau dipastikan mengidap penyakit HIV/AIDS, jumlah ini tak bergeser selama 5 tahun terakhir ini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, sejak tahun 2010 sampai dengan 1 Desember 2016 jumlah pengidap HIV/AIDS tetap berada pada angka 34 pengidap.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau,dr Nawawi Akib ,kemarin (1/12) menjelaskan bahwa secara komulatif dari tahun 2010 sampai 2016 terdapat 34 orang HIV/AIDS positif. Kendati selama lima tahun tidak terjadi peningkatan namun upaya pencegahan penularan tetap dilakukan,bahkan dilakukan upaya untuk menekan angka tersebut.

“Jumlahnya 34 dari 2010-2016, HIV/AIDS belum bisa kita sembuhkan, cuman kita lakukan upaya pencegahan,”ujarnya.

Adapun penularan dan pengidap terbanyak yakni didaerah beresiko tinggi,namun Dinkes tidak ingin menyebutkan wilayah mana saja yang termasuk zona resiko tinggi HIV/AIDS di Lubuklinggau.

“Kita lakukan scrining setahun dua kali di wilayah beresiko tinggi, dan setiap tahun 200 sample kita periksa diwilayah resiko tinggi dan dengan orang yang berbeda,”‎jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II (bidang kesehatan) DPRD Kota Lubuklinggau, Efmi Pandai meminta agar Dinas Kesehatan tidak lengah terhadap penularan HIV/AIDS, kendati tidak terjadi peningkatan namun bukan hal yang tidak mungkin penularan akan terjadi di masyarakat.

“Masyarakat juga harus mewaspadai dan memproteksi diri dan keluarga agar tidak terjangkit HIV/AIDS dengan cara menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan penularan,dan Dinkes juga harus gencar sosialisasi terutama di daerah beresiko tinggi,”imbuhnya.

Menurut Efmi, HIV/AIDS paling rentan penularannya kepada ibu dan anak, sebab terkadang anak didalam kandungan bisa lahir dengan mengidap HIV/AIDS jika orang tuanya terutama ibunya mengidap penyakit tersebut.

“Yang paling rentan menjadi korban penularan itu biasanya orang yang tidak tahu, misal anak dalam kandungan itu angat rentan kena HIV/AIDS, sehingga kita harus melindungi diri kita ini, dan masyarakat juga harus memeriksakan dirinya ke dokter mengecek HIV/AIDS jangan malu, agar kalau baru terjangkit bisa dilakukan upaya medis,”paparnya.

Sebab lanjut dia, jika sudah terkena AIDS maka seseorang tidak lagi bisa diselamatkan, karena tubuhnya sudah tidak bisa diproteksi lagi, bahkan penyakit kecilpun akan menjadi besar/parah jika sudah mengidap AIDS.

TEKS/EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *