Ahok Lebih Pilih Sumbangan Warga dari pada Bantuan Konglomerat

JAKARTA  |  KSOL — Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menegaskan dirinya tidak akan menerima dana kampanye dari sumbangan konglomerat yang tidak jelas sumbernya.

Ahok mengatakan, sebagai seorang yang gemar bekerja, dirinya berharap warga Jakartalah yang membiayai kampanyenya dengan cara urunan. Itu pun angkanya dibatasi, mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 75 juta.

“Nah, kenapa saya tidak mau (dari konglomerat), karena saya ingin tidak ada hutang budi sama siapa pun. Saya milik semua warga DKI,” tegasnya di Rumah Lembang, Jakarta, Selasa (29/11).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku, betul Teman Ahok membutuhkan dana kampanye sekitar 20-25 miliar rupiah. Dan jumlah dana sebesar itu, bisa didapatnya dengan cukup mendatangi satu konglomerat saja. Apalagi dia masih Gubernur DKI saat ini. Namun jalan itu tidak dipilihnya.

“Mungkin banyak yang tidak mengerti masyarakat itu juga kegotongroyongannya tinggi. Jadi saya berharap ke depan, orang-orang yang ingin mengabdikan diri seperti saya, ga ada lagi alasan mengatakan bagaimana mungkin bisa memenangkan Pilkada, kalau gak punya uang,” ujarnya.

Menurut Ahok, inilah kampanye rakyat yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Dia mengaku  bangga, setelah 71 tahun merdeka, bangsa Indonesia sudah bisa manyamai Amerika yang sudah merdeka 240 tahun.

“Ini satu hal yang membanggakan. Saya bermimpi banyak orang yang mau mengabdikan diri jadi pejabat. Karena jadi pejabat suka citanya jauh lebih besar bisa membantu banyak orang,” katanya.

TEKS : REL  | EDITOR : T PAMUNGKAS | FOTO : NEWSLIPUTAN6.COM



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *