Warga Muaraenim Dilarang Ikut Demo 2 Desember di Jakarta, Bupati : Percayakan pada Proses Hukum

Bupati Muara Enim, H Muzakir Sai Sohar

Bupati Muara Enim, H Muzakir Sai Sohar

MUARAENIM | KSOL – Bupati Muara Enim, Ir ‎H Muzakir Sai Sohar, Dandim 0404 Letkol Inf Djamaludin dan Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan, SIK M.Si, menghimbau ‎kepada umat muslim di Kabupaten Muara Enim untuk tidak ikut-ikutan pergi demo ke Jakarta.

 “Kita percayakan kepada pihak kepolisian. Dengan memberikan kesempatan untuk melakukan penegakan hukum, itu juga merupakan dukungan. Jadi untuk mendukung, kita tidak mesti ikut aksi demo ke Jakarta,‎” ujar Muzakir pada silaturahmi dalam rangka menjaga Kebhinekatunggalika di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) Muara Enim, Jumat (25/11/2016).

‎Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum dengan dasar Pancasila. Semua agama, suku, ras dan lainnya dimata hukum sama. “Jadi tidak boleh mayoritas memaksa minoritas. Jika ada masalah penistaan agama, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia yakni Kepolisian RI,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan mengatakan, menurut Prof Dr Sri Edi Swasono, Indonesia ke depan akan dipecah oleh negara asing untuk menjadi 5-6 negara bagian (clinton program) yakni Timor Timur (sudah pisah), Papua (kepentingan Australia), Aceh (Australia, Turki, Swedia) dan Maluku kepentingan Belanda (RMS).

Untuk itulah tegasnya, bangsa Indonesia harus cepat sadar sebelum terlambat. Sebab, jika negara kacau maka negara asing akan dengan sangat mudah mengobok-obok negara Republik Indonesia.

“Saya minta kepada masyarakat Muara Enim untuk tidak terkontaminasi dan mengikuti aksi demo pada tanggal 2 Desember mendatang. Biarlah Polri melakukan proses penyidikan dengan profesional tanpa tekanan darimanapun,” ajaknya.

Saat ini lanjut Kapolres, beberapa organisasi Islam seperti MUI, PBNU, dan lain-lain sudah menghimbau dan mengajak umat Islam untuk mengurungkan aksi demo pada tanggal 2 Desember 2016, karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya.

“Kita biarkan Polri untuk bekerja dulu secara profesional, jangan ada penangkapan Ahok akibat tekanan dari pendemo dan sebagainya,”tukasnya.

Sedangkan, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Djamaludin menyampaikan, bahwa Presiden Soekarno sudah memprediksi, suatu saat nanti kekayaan Indonesia akan membuat iri bangsa lain di dunia, akibat kekayaan alam Indonesia dan Presiden Jokowi mengatakan justru akan menjadi petaka bangsa Indonesia, karena bangsa lain akan berbagai cara ingin mengambil kekayaan Indonesia tersebut.

“Untuk itu kita perlu waspada dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kelemahan kita saat ini adalah keegoan yang masih tinggi dan mudah diadu domba,” tegasnya.

Dandim menambahkan, Presiden Soekarno dahulu pernah mengatakan, perjuangan dahulu lebih mudah, karena yang diusir jelas dan mudah dikenali dari bentuk postur orangnya, bentuknya dan bahasanya berbeda.‎

Namun perjuangan ke depan (saat ini), jelas lebih sulit karena musuhnya adalah bangsa sendiri. Dan menurutnya, hal itu sudah terbukti, diantaranya ideologi mulai dicoba diotak-atik, UU dari aturan yang tidak berpihak dengan bangsa indonesia, politik dan lain-lain.

“Jadi saya sekali lagi saya himbau warga Muara Enim tidak usah ikut-kutan demo ke Jakarta. Tidak enak jika nanti terdengar ada orang Muara Enim yang menjadi korban akibat aksi demo tersebut. Sebab terindikasi aksi demo nanti tidak murni lagi ke Ahok,” ujar Dandim.

Lebih lanjut kata Dandim, jika tidak benar penanganan aksi demo nanti, ini bisa merambah menjadi besar dan bahkan bisa menganggu stabilitas negara. Sebab sudah banyak contoh negara di dunia yang hancur hanya gara-gara masalah kecil seperti Libia, Mesir, Suria dan lain-lainnya.‎

“Ya untuk itulah kedepan kita akan terus meningkatkan tali silaturahmi dengan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Jika ada permasalahan untuk tidak segan-segan melakukan musyawarah untuk mufakat, seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dulu,” pungkasnya.

 TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *