Setelah 3 Hari Tenggelam, Jasad Danny Ditemukan Mengapung di Sungai Teluk Lubuk

MUARA ENIM | KSOL – Setelah dilakukan pencarian hampir tiga hari,  Danny Alvindo (6,5) Bin Adi Candra Warga Desa Kepur Kecamatan Kota Muara Enim yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lematang akhirnya ditemukan.

Jasad korban ditemukan mengapung di Pinggiran Sungai Lematang Desa Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, pada Jumat (25/11/16), sekitar pukul 07.00 WIB, diatas tumpukan sampah.

Baco Berita Sebelumnyo : Lompat dari Jembatan Gantung, Danny Hanyut Di Sungai Lematang

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jasad siswa SD yang tenggelam pada, Rabu (23/11/16) lalu,   ditemukan Megi Hambali alias Aek (37) warga  Desa Teluk Lubuk yang akan mencari ikan dilokasi.

img_20161126_021646

Ketua Tim SAR Abu Bakarudin, didampingi tim SAR PT PAMA dan Basarnas saat diwawancarai di TKP

Menurut Megi, saat itu dirinya sedang hendak mencari ikan di Sungai Lematang. Tapi tiba-tiba Megi melihat benda asing yang mengapung diantara tumpukan sampah. Setelah didekati, Megi baru yakin benda itu sosok bocah laki-laki yang sudah meninggal.

Megi kemudian memanggil warga lainnya. Diantaranya Hendri Haryadi dan Dedi yang ikut membantu mengangkat jasad korban ke tepi sungai. Ketua Tim SAR Abu Bakarudin, didampingi tim SAR PT PAMA dan Basarnas, kepada kabarsumatera.com ‎ membenarkan penemuan jasad korban di lokasi itu.

Sebelumnya Abu Bakar mengaku, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengatakan bahwa telah ditemukan sesosok mayat di pinggir Sungai Teluk Lubuk, Belimbing.

Mendapat laporan itu, tim rescue gabungan yang terdiri dari BPBD Muara Enim, PT Pama dan Basarnas langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat tim rescue sampai di TKP, jasad korban sudah dipinggirkan oleh warga setempat yang dibawa ke rumah warga. Beberapa menit kemudian, tim rescue membawa jasad Danny ke rumah duka.

img_20161126_033112

Jenazah alm Danny saat akan diberangkatkan dari rumah duka menuju taman pemakaman umum (TPU)

‎Usai dilakukan identifikasi oleh anggota Kepolisian Sektor Gunung Megang, jasad korban langsung di bawa Tim SAR menggunakan kendaraan Rescue PT Pama diiringi beberapa kendaraan keluarga menuju rumah korban di Desa Kepur Kecamatan Kota Muara Enim.

Berdasar kejadian ini, Abu Bakar berpesan kepada para orang tua, terutama yang tinggal di pinggir Sungai Lematang,  untuk selalu mengawasi anak-anaknya.  Sebab, menurut Danny anak-anak terkadang bermain tidak berpikir faktor risiko. Apalagi situasi saat ini sedang musim hujan membuat debit air sungai meningkat dan deras, sehingga rentan terjadi bencana.

“Tanpa terkecuali, tolong kami harapkan kepada orang tua hati-hati terhadap anaknya dan harus di awasi, jangan sampai terlena bila anaknya bermain di sungai. Kita khawatir nanti terjadi hal serupa yang tidak kita inginkan. Karena sering kali dari kasus-kasus sebelumnya, orang tuanya tidak tau bahwa anak-anaknya sudah main di sungai,” harapnya.

Sementara itu, Irmansah (33) salah satu anggota keluarga korban‎,  mewakili keluarganya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik masyarakat Desa Kepur dan keluarga maupun kepada Tim SAR dari BPBD, PT PAMA, Basarnas dan pihak kepolisian yang telah bekerja keras mencari jasad korban sejak dinyatakan tenggelam.

Usai di semayamkan dikediaman orang tuanya, jenazah korban dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Kepur.

Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan, S.IK, M.Si, didampingi Kabag Humas Polres Muara Enim AKP Arsyad AR membenarkan atas penemuan jasad korban.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T  PAMUNGKAS



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *