Booking.com

Dinkes Empat Lawang Catat 213 Penderita Penyakit Psikotik

EMPAT LAWANG | KSOL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Empat Lawang mencatat, hingga 2016 ini ada sekitar 213 penderita penyakit psikotik di bumi saling keruani sangi kerawati.

Psikotik, adalah jenis penyakit kelainan jiwa yang masih bisa disembuhkan. Namun, pasien yang mengalami psikotik harus melewati berbagai proses pengobatan dan psikoterapi (terapi kejiwaan, red) cukup lama, sehingga betul-betul sembuh.

“Ada 213 orang mengidap penyakit Psikotik, kalau di pasung berjumlah 42 orang, sudah kita fasilitasi 15 orang dan yang belum masih kita usahakan,” ungkap Kepala Dinkes Empat Lawang, M Taufik melalui Kabid Jamkes, Nurul Alya, belum lama ini (1/11/2016).

Nurul menjelaskan, ada 3 kecamatan mendominasi pengidap penyakit kejiwaan, yaitu Lintang Kanan di puskesmas desa lesung batu tercatat 45 orang, kecamatan Tebing Tinggi 51orang, Kecamatan Paiker dipuskesmas desa Nanjungan 32 orang. “Yang paling banyak di kecamatan Tebing Tinggi dan yang paling rendah kecamatan paiker di tujuh kecamatan lagi sampai saat ini belum ada laporan yang mengidap penyakit Psikotik,” katanya.

Penyebab penyakit Psikotik, bisa karena faktor keturunan dan ketidak mampuan seseorang menilai sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan kenginginanya. “Kebanyakan yang menderita Psikotik diakibatkan karena depresi/stres yang berlebihan, keinginannya tidak tercapai, sering beralusinasi dan tidak bisa menerima kenyataan” jelasnya.

Untuk penangananya terlebih dahulu di laporkan ke puskesmas terdekat. Apabila sudah diberi obat dan terapi oleh puskesmas selama dua bulan masih tidak ada perubahan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Ernaldi Bahar di Palembang.”Biasanya ditangani terlebih dahulu oleh puskesmas karena disana ada petugas program pengelolahan kesehatan jiwa,  cukup dengan membawa kartu  Jamsoskes atau kartu JKN (jaminan kesehatan nasional) itu semuanya gratis. Karena tidak semua psikotik harus dirujuk ada yang bisa sembuh tanpa harus dirujuk” ujarnya

Dalam hal ini pihaknya bekerjasama dengan Dinsos, Polpp, Puskesmas, bidan desa dan Camat.”Penyakit kejiwaan ini bisa dikatakan aib bagi keluarga. Tapi Kalau memang malu untuk melaporkan kepihak Dinkes ,Puskesmas atau Dinsos bisa melalui kades, nanti biar kades yang menyampaikanya kepada kami melalui usulan agar bisa di tindaklanjuti. Yang paling penting itu peran dari keluarga itu sendiri,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com