BMKG: Gempa Bumi Sumut Peristiwa Langka

DELI SERDANG | KSOL — Wilayah Medan dan Deli Serdang, Sumatra Utara diguncang gempa bumi tektonik pada Ahad (23/10) malam pukul 22.57 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi dengan kekuatan 3,5 Skala Richter (SR).

Pusat gempa bumi terletak pada 3,44 LU dan 98,64 BT, tepatnya di darat pada jarak 16 kilometer arah barat daya Kota Medan dengan kedalaman 19 kilometer. Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan cukup kuat dirasakan di hampir seluruh wilayah Deli Serdang.

Wilayah yang warganya merasakan guncangan keras ini adalah Pancurbatu, Kutatengah, Namorambe, Simpangdurianpitu, Delitua, Betuktak, Gunungrintih. Kemudian Petumbukan, Medan, dan Sunggal, pada skala intensitas II SIG BMKG (III-IV MMI).

“Banyak warga yang belum tidur terkejut akibat guncangan gempa bumi ini, bahkan beberapa diantaranya berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, Senin (24/10). Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi.

Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu kepada masyarakat Deli Serdang diimbau tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi merusak.

Gempa bumi Deli Serdang ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan dipicu oleh aktivitas sesar lokal. Peta geologi lembar Medan menunjukkan bahwa di wilayah Namorambe dan Simpangdurianpitu yang berdekatan dengan lokasi episenter memang terdapat berapa struktur kelurusan (lineament) yang diduga sebagai struktur sesar.

Peta aktivitas kegempaan Sumatra Utara menunjukkan bahwa wilayah Deli Serdang termasuk kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan sangat rendah (low seismicity region). Fenomena gempa bumi Deli Serdang ini menjadi peristiwa yang cukup langka.

Pada 2007 di daerah Talun Kenas dilaporkan juga pernah diguncang gempa bumi dengan skala intensitas I-II SIG BMKG (II-III MMI). Daryono mengatakan, dengan bukti kondisi geologi berupa keberadaan struktur kelurusan yang berarah tenggara-barat laut dan kini telah memicu gempa bumi, maka kawasan barat daya Deli Serdang tampaknya memang terdapat sesar aktif, sehingga kawasan tersebut menjadi rawan gempa bumi.

TEKS : REPUBLIKA.CO.ID




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *