Harga Menurun, Petani Sawit di Muaraenim Menjerit, Tak Sebading Kebutuhan Pokok

MUARA ENIM I KSOL – Anjloknya harga kepala sawit belakangan ini membuat para petani sawit mengeluh. Pasalnya, harga yang saat ini berkisar 1000-1.470/kg tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok yang kian melambung.

Kondisi ini tak terkecuali menerpa petani sawit di Kabupaten Muaraenim. Rendahnya harga kelapa sawit sudah berlangsung lama. Wajar bila kemudian membuat para petani mengeluh.

Bambang, salah seorang petani sawit di Kabupaten Muara Enim kepada Reporter RGBA FM mengatakan, saat ini harga buah sawit sedang tidak menentu. Menurut Bambang, saat ini sedang terjadi gejolak harga antara perusahaan yang di kelola koperasi dengan harga di tingkat swasta. “Sedang terjadi permainan hingga mencapai 1000 per kilonya,” ujarnya.

Seingat Bambang, harga sawit sempat mengalami kenaikan hingga mencapai 2 ribu/kg  pada tahun 2007-2008. Namun hingga saat ini tidak pernah bangkit lagi.

Bambang, salah satu petani sawit saat diujumpai di lokasi

Bambang, salah satu petani sawit saat diujumpai di lokasi

Sementara itu, Manto, petani sawit lainnya berharap kepada Pemerintah  melalui Presiden Jokowi, agar dapat menyetabilkan harga sawit. Sebab dengan harga seperti sekarang, tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok.

Baik Bambang dan Manto mengaku, kebutuhan keluarga (makan minum dan biaya anak sekolah), tidak sesuai jika dibandingkan harga sawit saat ini. Kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak dan lainnya, sudah mencapai lebih dari Rp10 ribu/kg-nya.

Demikian juga untuk biaya operasional dan perawatan kebun, seperti pupuk, racun, biaya angkut dan sebagainya. “rasanya tidak mampu lagi,” nya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN,REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM I EDITOR : IMRON SUPRIYADI



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *