2017, UMP Naik 8,25 Persen

EMPAT LAWANG | KSOL — Tahun 2017, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menerbitkan aturan bahwa upah minimum provinsi (UMP) 2017 hanya naik 8,25 persen merata seluruh Indonesia. Nilai itu lebih kecil dari kenaikan rata-rata UMP tahun lalu, yakni 11,5 persen.

Jika kenaikan 8,25 persen tidak berubah, maka UMP Sumsel akan naik dari Rp2.206.000 menjadi Rp2.387.995. Di Kabupaten Empat Lawang sendiri saat ini belum menerapkan upah minimum kabupaten (UMK) karena belum ada dewan pengupahan.

“Sudah tahu, tapi surat edarannya belum kami terima. Saat ini Empat Lawang masih mengacu ke UMP,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Empat Lawang, Hasbullah melalui Kabid Tenaga Kerja, Azwar Subekti.

Jika perusahaan yang omsetnya sudah tinggi tapi belum menerapkan UMP ke karyawannya atau membayar upah lebih rendah dari UMP, sesuai peraturan akan diberi sanksi. Dalam pasal 90 ayat 1 Undang-Undang RI No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sanksinya  penjara 1 tahun maksimal 4 tahun dan denda paling sedikit Rp100 juta.
“Perusahaan swasta yang ada di Empat Lawang sudah banyak yang menerapkan UMP. Selain itu bank-bank, BUMD juga sudah menerapkan,” jelasnya.

Lanjutnya, kenaikan UMP 2017 lebih rendah dibandingkan 2016 yang naik 11,5 persen. Namun demikian, UMP Sumsel merupakan yang tertinggi kedua di wilayah Sumatera setelah Provinsi Bangka Belitung (Babel).
“Meskipun UMP naik 8,25 persen, tidak menjamin tenaga kerja yang ingin bekerja di Empat Lawang. Sebab tenaga kerja yang sekarang ditugaskan di Empat Lawang langsung dari kantor pusat perusahaan mereka masing-masing,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *