Ini Alasan PLN, Kenapa Listrik di Tebing Tinggi Sering Padam Saat Magrib

EMPAT LAWANG | KSOL — Listrik pelanggan PLN di Tebing Tinggi sering padam saat magrib, atau sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi ini sangat dikeluhkan pelanggan, karena pada jam itu adalah aktifitas ibadah bagi umat muslim.

Jangan berprasangka buruk dahulu !, ternyata penyebab terjadinya pemadaman, karena sekira waktu magrib, terjadi beban puncak penggunaan listrik pelanggan PLN. Sementara, kondisi tegangan listrik di Empat Lawang belum maksimal.

hendri-kurniawan-managel-pln-rayon-tebing-tinggiManager PLN Rayon Tebing Tinggi, Hendri Kurniawan menjelaskan, tegangan listrik yang sampai ke Tebing Tinggi Empat Lawang rata-rata hanya 15 KV. Ini karena jarak dari gardu Induk Lahat mencapai 80 kilometer. Padahal standar jarak hanya sekitar 40 kilometer saja, agar tegangan diterima bisa mencapai 20 KV.

“Waktu magrib kan beban puncak, sementara tegangan kecil hanya sekitar 15 KV. Makanya padam, saat berbarengan menyalakan listrik dengan penggunaan banyak alat elektronik,” jelas Hendri.

Idealnya, Empat Lawang harus ada Gardu Induk (GI) sendiri, jadi tegangan listrik bagi pelanggan bisa maksimal. Nah, solusi sementara ini, Hendri mengajak agar masyarakat pelanggan PLN di Tebing Tinggi berhemat, terutama penggunaan alat elektronik pada saat potensi beban puncak, seperti ya itu tadi, waktu magrib.

“Kami juga tidak ingin terjadi pemadaman, tapi ya beginilah kondisinya kita harus bersabar,” kata Hendri.

Lebih jauh ia berharap, masyarakat mendukung upaya pembersihan tanam tumbuh disekitar jalur listrik. Sebab, dengan jarak tempu dari Lahat ke Tebing Tinggi, banyak sekali tanam tumbuh menutupi kabel. Kondisi ini, menjadi potensi pemadaman.

“Tolong izinkan kami membersihkannya,” ujarnya mendambahkan, belum lagi ulah-ulah jahil yang menggangu jaringan kabel PLN.

“Kami pernah dapati, ada kayu sengaja dilintangkan di kabel. Setelah diselidiki, itu ulah orang gila. Ya inilah kondisinya, kami pun sama walaupun bekerja di PLN tetap sebagai pelanggan dan juga mengeluh saat listrik padam,” imbuh Hendri yang baru sekitar 3 bulan menjabat di PLN Rayon Tebing Tinggi.

Untuk diketahui, listrik di Tebing Tinggi kerap terjadi pemadaman saat magrib atau sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi ini sangat dikeluhkan warga, selain gelap jika listrik padam akan menggangu pelaksaan ibadah bagi umat muslim. “Magrib, sibuk mati lampu. Sudah jadi kebiasan, tolong dong PLN cari solusinya,” cetus Rian, warga Tebing Tinggi.

TEKS/FOTO : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *