Ngaku-Ngaku Dari KPK, Sejumlah Oknum Takuti Kades

EMPAT LAWANG | KSOL — Sejumlah Kepala Desa (Kades) yang ada di Kabupaten Empat Lawang akhir-akhir ini resah. Pasalnya, para kades merasa ditakut-takuti oknum yang mengatas namakan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan mencatut nama KPK ini, oknum tersebut menakuti para kades seakan ada temuan administrasi, hingga penyimpangan penggunaan APBdes atau Dana Desa (DD).

Informasi yang dihimpun dari sejumlah kades, Senin (10/10/2016), oknum yang mengatasnamakan pengawas KPK ini tidak segan-segan menghubungi para kades dengan dalih telah melakukan investigasi mengenai pengerjaan proyek desa dana desa.

Dengan nada mengancam, mereka akan membawa temuan hasil investigasi mereka ini ke ranah hukum atas dugaan kesalahan administrasi dan adanya indikasi korupsi.

Namun, temuan ini tidak akan ditindaklanjuti, bila kades yang bersangkutan bisa berdamai dengan menyiratkan memberikan sejumlah uang, meskipun tidak menyebutkan jumlah uang yang diminta tersebut.

Hanya saja, sejauh ini belum ada informasi adanya korban pemerasan dengan modus mengaku pengawas KPK ini.

Meskipun demikian, ulah oknum ini sudah meresahkan banyak kades. Karena itu, mereka meminta agar pihak terkait mengusut dugaan penipuan dengan mencatut nama KPK ini. “Apo ado nian pengawas KPK turun ke Empat Lawang ini, karena ada yang menghubungi mengaku pengawas KPK. Mereka mengaku ada temuan indikasi kesalahan administrasi dan penyimpangan dana,” ungkap Kades Padang Bindu, Heriadi, Kecamatan Pendopo Barat.

Keresahan ulah oknum mengatasnamakan pengawas KPK ini juga disampaikan Kades Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo Induk, Ubaidillah Dalil. Diceritakannya, oknum ini menghubunginya via handphone dengan nada mengancam akan mengusut kasus temuan mereka dengan dalih telah melakukan investigasi dan turun ke lapangan mengecek pengerjaan proyek dana desa yang dipimpinnya. Ulah mereka ini membuat gaduh dan resah sejumlah kades, karena banyak juga kades lainnya yang dihubungi oknum mengatasnamakan pengawas KPK ini.

“Saya kesal karena mereka mengancam dengan dalih menemukan kesalahan administrasi serta adanya indikasi penyimpangan dana. Ya, kesalahan administrasi dimana?, karena semua sudah kami lakukan sesuai prosedur. Hebatnya lagi, mengaku pengawas KPK, tolong selidiki apa benar pengawas KPK, atau hanya gadungan,” ujarnya sembari menunjukkan nomor handphone yang menghubunginya dengan mengaku pengawas KPK tersebut. Adapun nomor yang masuk serta mengirim pesan via SMS itu; 0822-7846-xxxx.

TEKS : SAUKANI  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *