Banyak Koptan Abal-Abal, BP2KP Wajibkan Kepemilikan Sertifikat Resmi

EMPAT LAWANG | KSOL – Kelompok tani (koptan) di Kabupaten Empat Lawang masih banyak yang abal-abal alias tidak jelas yang tidak ada surat menyurat dan sertifikatnya. Koptan abal-abal tersebut memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah untuk memperkaya diri.

“Banyak koptan yang abal-abal. Sudah dibantu bibit, pupuk dan lain-lain malah dijual. Bahkan ada koptan abal-abal yang tidak memiliki lahan,” ujar Kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Empat Lawang, Fadillah Marik melalui Sekretaris, Dadang Munandar.

Supaya bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran, koptan diwajibkan memiliki sertifikat. Sebab pemerintah terus berupaya memberikan pelatihan dan bantuan kepada koptan, mulai dari bibit, pupuk, pestisida, dan lainnya supaya sektor pertanian lebih maju.

“Di Empat Lawang sudah ada 500 koptan yang memiliki sertifikat, yang menunjukkan bahwa koptan tersebut terdaftar dan berhak menerima berbagai bantuan yang diberikan pemerintah,” jelasnya.

Sertifikat tersebut berguna saat menerima bantuan. Pemerintah juga akan mengutamakan koptan yang sudah memiliki sertifikat, agar hasilnya benar benar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh koptan itu sendiri. Bagi koptan yang belum bersertifikat, maka bentuklah koptan lengkap dengan sertifikatnya.

Pihaknya berharap Kabupaten Empat Lawang kedepan akan semakin banyak lumbung pangan, sehingga akan menyejahterakan masyarakat dan petani, terutama di desa. “Kita baru ada 19 lumbung pangan, kedepan akan kita upayakan bertambah lagi, ini demi kesejahteraan petani,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *