Perusahaan Gas di Desa Panang Jaya, Diduga Cemari Lingkungan, Limbahnya Dibuang Sembarangan

MUARA ENIM | KSOL — Limbah yang dibuang sembarangan tak sesuai SOP (Standard Operating Procedure). Akibtanya mencemari lingkungan sekitar. Ini dilakukan sebuah perusahaan gas di Desa Panang Jaya kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim.

Perilaku ini, membuat warga resah dan takut terkontaminasi. Atas dasar itulah, Kamis (6/10/16) siang,  Reporter RGBA FM dan sejumlah awak media lainnya langsung melakukan investigasi ke lokasi, guna melakukan pendalaman laporan.

Dengan ditemani perwakilan warga,  akhirnya sejumlah awak media melihat langsung kebenaran atas laporan dugaan limbah yang dibuang oleh perusahaan gas. Limbah dibuang tidak pada tempatnya.

Dari hasil temuan di lapangan, pembuangan  limbah dalam bentuk zat padat ini diduga masih mengandung racun.

Parahnya, limbah ini dibuang sembarangan di beberapa titik dan lokasi, yang tidak jauh dari ring operasional produksi perusahan gas tersebut.

Tampak warga dan wartawan, saat sedang melakukan investigasi langsung terkait adanya laporan warga‎ mengenai limbah perusahaan gas yang di buang sembarangan (FOTO.DOK.KSOL/ALDO RGBA FM)

Tampak warga dan wartawan, saat melakukan investigasi ke lokasi terkait adanya laporan warga‎ mengenai limbah perusahaan gas yang di buang sembarangan. (FOTO.DOK.KSOL/ALDO RGBA FM)

Adapun sebagian limbah padat itu masih dalam keadaan utuh dan di biarkan begitu saja. Ada juga sebagian yang telah tertanam di lokasi pinggiran kebun karet milik salah satu warga setempat.

Sebagian lagi masih berserakan di lokasi pembuangan. Sementara ‎tempat pembuangan limbah lainnya ada yang telah melalui proses pembakaran secara manual.

Menurut salah seorang warga setempat berinisial G (35) ketika di wawancarai sejumlah awak media membenarkan adanya limbah padat yang ditemukan itu. Diduga kuat milik perusahaan gas di desa mereka.

“Benar dek, lihatlah sendiri limbah padat yang dibuang sembarangan. Ini kami menduga milik perusahaan gas itu. Parahnya lagi itu dibuang sembarangan di pinggiran kebun karet milik warga kami. Ya, takutnya limbah padat itu masih mengandung racun, soalnya berasal dari perusahaan gas,” ungkapnya.

Ia juga membenarkan kalau di tempat pembuangan limbah lainnya telah di lakukan pembakaran.
“Untuk di tempat lainnya mereka (perusahaan) kadang melakukan proses pembakaran. Makanya yang di sana cepat ditumbuhi rerumputan,” ujar perwakilan warga desa Panang Jaya itu, sembari mengatakan ketika dibakar limbah tersebut terdengar suara ledakan yang keras yang keluar dari asal pembakaran.

Lebih lanjut, G kemudian membawa dan menunjukan juga sebuah danau yang tak jauh dari lokasi perusahaan gas tersebut kepada sejumlah awak media.

“Nah, coba lihat lah sendiri dek, dan amati danau ini telah terjadi pendangkalan. Airnya nampak mulai berwarna kuning ini juga di duga kuat ada limbah dalam bentuk zat cair yang dialirkan ke danau ini,” tuturnya.

Menurut informasi, masalah pencemaran air danau ini pernah dimediasi oleh salah satu anggita DPRD Muara Enim. Tapi hingga berita ini ditulis, ada kabar berita lanjutan. “Tidak tahu kenapa sampai hari ini tidak ada kabar beritanya lagi,” terangnya.

Terkiat dengan hal ini, warga setempat Desa Panang Jaya meminta agar pihak terkait turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan dugaan pencemaran lingkungan agar bisa di tuntaskan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai kedepan nanti akan terjadi masalah-masalah yang tidak kita inginkan bagi warga Desa Panang Jaya akibat dari pencemaran lingkungan ini,” harapnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Alfrian Addini, Ketua Umum Perserikatan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Kabupaten Muara Enim, mengatakan pencemaran lingkungan adalah masalah amat serius dan krusial.

Menurutnya, tidak ada istilah tawar menawar. Alfrian juga khawatir jika limbah dihasilkan perusahan itu termasuk dalam kategori limbah berpenghasilan berbahan bahaya (B3). “Jelas ini sangat berdampak negatif pada ekosistem di sekitar warga,” ujarnya.

Menurutnya,  perlu ada analisa yang lebih detil. Dalam melakukan ini, perlu lembaga yang berkompeten, yaitu Badan lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muara Enim.

Alfrian mendesak agar BLH membentuk tim untuk segera turun ke lapangan guna mengecek dan menelusuri temuan dugaan pencemaran limbah dari perusahaan tersebut. “Lakukan penyelidikan dengan proporsional dan terbuka, jangan pandang bulu,” ungkapnya.

Menurut Alfrian, jika perusahaan ini dinyarakan melanggar, haris diberi sanksi tegas. Sebab menurutnya, kasus ini menyangkut kehidupan ekosistem, air dan kehidupan yang sehat. “Setidak bagi warga Desa Panang Jaya itu sendiri dan masyarakat luas Muara Enim,” tambahnya.

Sementara itu, dari pihak perusahaan saat dimintai tanggapannya terkait hal itu, sampai berita ini ditulis  belum ada yang berhasil dihubungi. Para awak media juga mengaku kesulitan untuk melakukan kontak person dengan humas perusahaan.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM | EDITOR :  T PAMUNGKAS



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *