Terkait Buku SD Berbau Porno, Bupati Perintahkan Buku Ditarik

SIMPANG AMPEK  I  KSOL —  Terkait beredarnya buku Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) Sekolah Dasar kelas V yang berbau porno dan vulgar, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar menerbitkan surat larangan penggunaan buku ajar itu yang ditujukan kepada kepala-kepala dinas pendidikan se-Sumatera Barat.

Menanggapi surat itu, Bupati Pasaman Barat H Syahiran menginstruksikan agar buku yang diterbitkan Pusat Perbukuan Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan itu ditarik.

“Buku Penjaskes itu harus ditarik dulu dan jangan edarkan ke siswa sambil mempelajari isi buku oleh tim ahli,” kata Syahiran didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pasbar, Zulkarnain saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) di SD 09 Pasaman, Kamis (6/10/2016).

Zulkarnain mengakui, saat sidak yang dilakukan di SD 09 dan SD 02 Pasaman memang ditemui buku mata pelajaran Penjaskes yang berbau porno dan vulgar itu. “Ya benar kita menemukan buku yang dimaksud. Kita menekankan agar pihak sekolah tidak mengedarkan dan menggunakan buku tersebut terlebih dahulu.”

Menurutnya, pihaknya terlebih dahulu akan mempelajari isi buku tersebut bersama tim ahli yang akan diturunkan.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati terlebih dahulu apa langkah yang akan ditempuh,” sebut Zulkarnain.

Pihaknya sudah mengeluarkan surat melarang sekolah untuk mengedarkannya ke siswa sebelum ada pemberitahuan resmi dari Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Kepala SD 02 Pasaman, Yaslinar mengatakan, pihaknya akan menyimpan buku Penjaskes itu sesuai arahan Dinas Pendidikan.

“Kami akan ikuti arahan pimpinan dan menunggu informasi selanjutnya,” kata Yaslinar.

Ia mengharapkan ke depannya Pemkab Pasaman Barat melalui Dinas Pendidikan agar selektif melihat berbagai buku bantuan pemerintah pusat sebelum dibagikan ke sekolah.

Sebelumnya warga dikejutkan dengan beredarnya buku yang berbau porno dan vulgar yang ditukukan kepada anak SD/MI. Buku yang ditulis Dadang Haryana dengan Editor Bambang Syamsudar pada halaman 57-61 pada materi “Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi” dinilai tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak murid, serta adat istiadat Minangkabau. Buku Penjaskes tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui dana BOS tahun 2011 silam.

Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat, Idenfi sangat menyayangkan beredar buku berbau porno di SD/MI itu. Apalagi dinas terkait juga mengaku tidak mengetahuinya, padahal buku itu diduga sudah beredar sejak 2011.

“Masa Dinas Pendidikan tidak mengetahuinya. Apakah jajaran dinas tidak melihat isi buku sebelum diberikan ke sekolah atau anak didik,” tegasnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan yang salah satu fungsinya sebagai pengawas harus jeli dan cepat tanggap mengenai buku ini. Sebab, buku yang berbau porno ini juga telah ditemukan di Kabupaten Pasaman.

Ia menyatakan pelajaran seperti itu belum pantas diterima oleh murid SD. Jika orang tua sampai membaca bukut tersebut, pasti orang tua kaget dan terkejut melihat isi buku tersebut.

TEKS/FOTO : SUMBARSATU.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *