Sumarni dan Keluarga Sosok Yang Tegar, Tidak Pernah Mengeluh

Kehidupan keluarga Sumarni memang sangat memprihatinkan, karena dia masih ikut menumpang di rumah orang tuanya. Untuk biaya berobat, Sumarni sangat kesulitan. Namun, jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan penyakitnya akan semakin parah.

Warsuyono (41) tetangga Sumarni, ketika diminta tanggapanya mengaku salut akan ketegaran dan perjuangan sosok Sumarni dalam menghadapi cobaan yang dialaminya.

“Jujur saya katakan, dia itu orangnya sangat tegar dan kuat. Dia tidak pernah mengeluh. Saya sangat dekat dengan dia. Karena memang rumah saya saling berhadapan di seberang jalan dan sering main ke rumahnya dan ngobrol,” ujarnya.

Tampak Orang Tua Sumarni paling kiri (Kaos putih biru) di dampingi Ketua RT 02 Desa Tegal Rejo dan Ketua PKB-TEF Supriyadi‎ dan Anggota Jumiati Jupri, Minggu (2/10/16)

Rumah Orang Tua Sumarni Tampak Ramai di Kunjungi Warga (FOTO.DOK.KSOL/ALDO)

Begitupun suami dan kedua orang tuanya. Menurut Warsuoyono, sangat tabah dan telaten memperhatikan Sumarni.

“Saya pernah lihat, ketika suaminya membawa istrinya dengan membonceng istrinya menuju ke Rumah Sakit dengan mengendarai sepeda motor. Ketika saya tanya kenapa Marni tidak naik angkot saja? terus dia jawab tidak, karena tidak enak, takutnya penumpang lain terganggu karena bau dan taxinya nanti tidak laku karena tidak ada yang mau naik,” kata Warsuyono menirukan ucapan Sumarni.

Dikatakannya, selama ini untuk mengganti perban, keluarga Sumarni harus mengeluarkan uang sekitar Rp.60-70 ribu untuk pengobatan sehari-hari. Perlengkapan yang harus dibeli, perban, cassa, revanol dan cairan inpus untuk membersihkan lukanya yang pecah.

2

Tampak Sumarni ‎(27) warga Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Enim, yang tergolek tanpa daya, dengan usia kehamilan 8 bulan.

“Ya sebetulnya Marni pernah cerita ke aku, katanya pesan dokter dirinya tidak boleh hamil lagi, karena hormon ibu hamil akan lebih tinggi dan akan membuat bengkak lagi di bagian payudaranya, Namun kata Sumarni walaupun aku tidak hamil hormon aku tetap subur (tinggi), hingga dia memutuskan untuk tetap hamil meskipun resiko nyawanya akan terancam, ia tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya ke Allah SWT,” terangnya.

BACO BERITA LAINNYO : HORMON WANITA DAN PENYAKIT HORMONONAL

Sedangkan Yusniar Dwi Antika (21) teman dekat Sumarni mengaku, ia sengaja memasukkan foto dan kisah Sumarni ke jejaring sosial (medsos) facebook buat mengetuk hati warga dalam memberikan bantuan.

“Niat saya dalam hati ingin menolong Sumarni. Saya sangat kasihan dengan keadaannya. Tapi sebelumnya saya sudah minta izin langsung ke yang bersangkutan dan suami sebanyak 2 kali untuk meng upload fotonya di medsos. Walaupun ada keluarganya yang terkejut karena mengetahui keadaanya seperti itu, tapi alhamdulillah jadinya banyak tetangga dan warga masyarakat yang tahu dan ingin membantu,” tukasnya.

BERITA LAINNYO LAGI : 6 Penyebab Nyeri pada Payudara

Dikatakannya, sejak pertama kali di posting di medsos dan banyak yang meneruskannya untuk di share kembali ke facebook, hingga kesokan harinya banyak warga dan tetangga yang berdatangan untuk ikut membantu.

Sementara itu, Supriyadi, Ketua PKB-TEF, di dampingin Jumiati Jupri menceritakan, dari hasil pertemuan dengan pihak keluarganya disepakati untuk membawa Sumarni ke RSUD Dr Rabain Muara Enim.

BERITA SEBELUMNYO : Payudara Terus Membesar, Sumarni Butuh Uluran Tangan, Kata Dokter : Ada Hormon Berlebih

“Ya kami sangat terpanggil ketika pertama kali mendengar dan melihat foto ibu Sumarni dengan keadaannya seperti itu. Kamipun lantas berinisiatif untuk segera membawanya ke RS dan mendapatkan dukungan  juga dari ibu wakil Ketua DPRD Muara Enim, Ibu Dwi Windarti dan bersama ketua RT setempat langsung mengurus surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa setempat, yang ditandatangani Pak Kades, Tedi Harsoyo,” ungkapnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *