Pulang Antar Anak Sekolah, Suharto Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

EMPAT LAWANG | KSOL — Nahas dialami Suhanto (45) warga Desa Martapura, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang. Laki-laki yang berprofesi sebagai petani ini ditemukan sudah tidak bernyawa di tengah jalan kawasan Talang Tebat Abang, Desa Martapura, Kecamatan Sikap Dalam.

Informasi dihimpun kabarsumatera.com menyebutkan, korban ditemukan pada Rabu (5/10/2016) sekitar pukul

Kondisi Suharto saat ditemukan tewas bersimbah darah. (FOTO.DOK.KSOL/SAUKANI)

Kondisi Suharto saat ditemukan tewas bersimbah darah. (FOTO.DOK.KSOL/SAUKANI)

07.30 WIB oleh dua orang warga Talang Tebat Abang, Desa Martapura, Cek (36) dan Suhan (45). Kedua petani ini hendak pulang ke rumah usai mengantar anaknya sekolah.

Namun ketika melintas di tempat kejadian perkara (TKP) melihat sesosok manusia terkapar di tengah jalan. Ketika di cek, korban ternyata korban sudah tewas dengan kondisi usus terburai keluar dan kepala bagian belakang belah. Kedua warga tersebut langsung terkejut dan panik, mereka mengetahui identitas korban.

Selanjutnya mereka menghubungi pihak keluarga dan Polsek Ulu Musi. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Sikap Dalam untuk dilakukan visum setelah itu dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Informasi lainnya, sebelum kejadian, sekitar pukul 06.30 WIB korban pergi mengantar anaknya ke sekolah. Saat pergi dari rumah dalam keadaan sehat.

Korban diperkirakan di bacok menggunakan senjata tajam (sajam) di bagian kepala sehingga kepala bagian belakang belah. Sedangkan di perut juga ditusuk hingga sebagian usus keluar. Barang berharga yang dibawa korban seperti sepeda motor tidak hilang atau dibawa kabur pelaku.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro SIk ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Jajaran Polsek Ulu Musi dan Satreskrim Polres Empat Lawang sudah terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Warga tidak ada yang tahu kejadiannya. Korban ditemukan sudah meninggal. Namun saat ini anggota sudah ke TKP untuk lidik dan mencari motif dan pelakunya,” ujar Bayu.

Pihaknya belum bisa mematikan motif pembunuhan tersebut, apakah perampokan atau dendam. Sebab, barang berharga seperti sepeda motor milik korban ada, tidak hilang atau dibawa kabur pelaku. “Motifnya belum tahu, apakah perampokan, tapi motornya ada. Kami masih melakukan penyelidikan, meminta keterangan pihak keluarga, apakah korban ada musuh atau tidak selama ini,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *