Payudara Terus Membesar, Sumarni Butuh Uluran Tangan, Kata Dokter : Ada Hormon Berlebih

Sumarni (27),  hanya bisa tergolek tanpa daya. Warga gang Nusantara RT 02 Dusun 01 Gank Nusantara (depan langgar An-Naim) Desa Tegalrejo Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim ini, kini hanya bisa terbaring.Tak ada aktivitas apapun yang bisa ia lakukan. Segala urusan dibantu keluarganya.

Penyakit yang diidap Sumarni, menurut dokter setempat akibat kelebihan hormon di kedua payudaranya. Akibatnya terjadi pembengkakan dan membesar seukuran buah semangka.

Tim yang menangani Sumarni, sebelumnya sudah pernah menghadapi penyakit serupa di Palembang. “Penyakit anaknya ini akibat hormon berlebih. Tapi ia tetap menghawatirkan akan menyebar, maka harus segera ditangani agar tidak semakin parah,” ujar tim dokter.

facebook-20161003-185228-copy

Payudara Sumarni yang Kelebihan Hormon, hingga makin membesar (FOTO.DOK.KSOL/ALDO)

Sugiman, orang tua Sumarni mengatakan, penyakit ini mulanya sebesar kelereng. Namun lama-lama semakin membesar seiring usia kandungannya yang sudah mencapai 8 bulan.

BACO JUGO : 6 Penyebab Nyeri pada Payudara

“Dulunya hanya sebesar kelereng, tapi semakin hari membesar sampai sebesar buah semangka. Selain itu ada pembusukan karena bekas luka jahitan saat operasi sebelumnya,” kata Sugiman, kepada Reporter RGBA FM yang mewancarainya di kediamannya, pekan silam, Minggu (2/10/2016).

Sugiman menjelaskan, penyakit yang diidap Sumarni bukan kali pertama. Sebab sebelumnya menurut Sugiman, putrinya sudah dua kali menderita penyakit yang sama.

“Ini yang ketiga kalinya. Pertama waktu anak saya masih gadis (belum menikah). Memang sudah pernah dioperasi. Waktu itu kurang lebih 2 tahun lalu ada kelenjar di bagian ketiak. Waktu itu dilakukan operasi pembuangan kelenjar di RSUD Rabain Muara Enim. Biaanya pakai Jamkesmas karena waktu itu belum ada BPJS,” ujar Sugiman.

BERITA LAINNYO : HORMON WANITA DAN PENYAKIT HORMONONAL

Peristiwa serupa, menurut Sugiman kembali menimpa ketika anaknya sudah berkeluarga dan hamil anak pertama. Di usia kehamilannya 2 bulan terjadi hal yang sama.

“Penyakit ini kembali membengkak. Tapi kali ini di bagian payudaranya. Atas saran dokter demi keselamatan jiwanya, diputuskan untuk di operasi karena terjadi pembengkakan. Tapi sebelumnya terpaksa kandungannya di koret. Ketiga yang sekarang ini. Saat kembali hamil di usia 8 bulan, lagi-lagi penyakit ini membengkak, bahkan lebih parah hingga seperti sekarang ini,” tambahnya.

hormonMengiringi kandungan yang sudah sampai usia 8 bulan, Sumarni tak dapat berbuat banyak, apalagi soal biaya pengobatan. Sebab, suaminya, Fika Bisofi (30) hanya buruh harian lepas.

Melihat peristiwa yang menimpa Sumarni, forum pemuda peduli yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Besar Tanjung Enim Forum (PKB-TEF) bersama ketua RT setempat, Minggu (2/10/16) memberdayakan diri menggalang batuan pengobatan untuk Sumarni.

Lembaga ini sudah mengurus surat keterangan keluarga tidak mampu, agar bisa segera berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Rabain Muara Enim. Sumarni dan keluarga saat ini menyerahkan sepenuhnya kepada tim dokter yang akan menanganinya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM | EDITOR : IMRON SUPRIYADI



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *