35 Persen Wajib PBB di Empat Lawang Masuk Daftar Denda

EMPAT LAWANG | KSOL – Realisasi Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Empat Lawang sudah jatuh tempo sejak di 29 September 2016, ternyata belum juga mencapai target.

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Empat Lawang hingga kemarin (5/10/2016) mencatat, PBB baru direalisasikan 65 persen atau senilai Rp 800 juta. Masih menyisahkan 35 persen atau Rp400 juta dari Rp1.2 miliar target 2016 ini.

“Iya baru 65 persen, masih ada waktu 3 bulan lagi hingga tutup tahun. Tapi sisanya 35 persen itu sudah terhitung denda. Karena melebihi tenggat waktu yang kita tentukan,” ungkap Kepala Dispenda Empat Lawang, Darno Bakar melalui Kabid PBB dan BPHTB, Saibi.

Menurutnya, banyak kendala yang terjadi menghambat realisasi PBB itu. Selain, tingkat kesadaran para wajib PBB yang rendah. Juga dikendalai para pejabat termasuk Camat yang kurang tanggap dalam bersosialisi.

Seperti di Kecataman Ulu Musi yang hingga saat ini bisa dianggap 0 persen realisasi PBB nya. “Ini jelas camatnya yang kurang sosialisasi. Kok camat lain bisa, bahkan sudah 100 persen, kok di Ulu Musi tidak,” katanya.

Padahal, imbuh Saibi, PBB adalah salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Empat Lawang dalam menopang pembangunan di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini. Harusnya, ini menjadi tanggung jawab bersama, Camat Lurah, Kades dan perangkat lainnya. Kunci daerah itu PAD, kalau PAD besar, pemerintah pusat pun tak ragu dalam memberikan bantuan.

Selain itu, Saibi mengungkapkan, kendala realisasi PBB renda juga disebabkan para Kades yang suka menjanjikan pembayaran PBB kepada masyarakat pada saat pencalonan. Namun, ketika jadi PBB itu tak pula dibayarkan. Tentu masyarakat, apalagi masyarakat desa bersi keras untuk tidak mau membayarkan PBB itu. “Ini salah satu kendala tersulitnya. Jadi banyak kendala dalam merealisasi PBB untuk mencapai target yang ditentukan,” jelasnya.

Namun, Saibi mengungkapkan, di sisa waktu 3 bulan lagi menuju tutup tahun 2016 ini, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan PAD di sektor PBB itu. “Camat terus saya hubungi agar terus mengoptimalkan penagaihan PBB. InsyaAllah, hingga tutup tahun terealisasi sempurna, minimal tidak mencapai angka 90 persen keatas,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *