PWI Jatim Kecam Kekerasan Oknum Kostrad Terhadap Kontributor NetTV

SURABAYA | KSOL  — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur mengecam keras tindakan kekerasan oknum anggota Kostrad terhadap kontributor NetTV Kota Madiun, Sonny Misdananto.

“Kami mengecam keras terhadap aksi kekerasan oknum TNI AD terhadap wartawan, kontributor NetTV,” kata Ketua PWI Jatim Ahmad Munir, Minggu (2/10/2016).

Ia menerangkan, kekerasan terhadap wartawan adalah melanggar Pasal 18 Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Menghalang-halangi atau menghambat kerja wartawan.

“Itu ancaman hukumannya bisa kurungan selama dua tahun atau denda Rp 500 juta,” terangnya.

BACO BERITA TERKAIT : Oknum Kostrad Aniaya Kontributor NetTV di Madiun

Wartawan yang sedang bertugas, dilindungi oleh UU No 40 Tahun 1999, pasal 4 dan 6.

“Mestinya wartawan yang sedang menjalankan tugas harus juga dilindungi oleh aparat. Kalau melakukan tindakan kekerasan, itu aparatnya tidak paham dengan undang-undang pers,” jelasnya.

Munir menambahkan, PWI Jatim mendesak kepada Panglima TNI, khususnya KASAD dan Pangdam V Brawijaya untuk menindak tegas oknum TNI itu dengan aturan hukum UU Pers.

“Kalau dibiarkan seperti itu, bisa menjadi preseden buruk pada institusi TNI dan pers. TNI dan pers harusnya saling sinergi, bukan malah melakukan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas,” jelasnya.

Kata Munir yang juga Kepala Kantor Berita Antara Biro Jawa Timur ini, dirinya sudah berkoordinasi dengan Muhammad Mustika, Kepala Biro NetTV Jawa Timur, dan mendorong agar kejadian tersebut dilaporkan ke denpom setempat.

“Beliau (Kabiro NetTV Jatim) sudah oke. Dan PWI akan mendampingi dan memberikan advokasi hukum sampai kasus ini selesai,” tandasnya.

Sebelumnya, kontributor NetTV Kota Madiun Sonny Misdananto mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oknum TNI AD dari Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Kamera diambil dan memory yang menyimpan gambar anggota Kostrad yang sedang memukuli peserta konvoi dari perguruan silat SH Teratai dirusak.

TEKS/FOTO : DETIK.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *