LP2S Palembang Kecam Kekerasan Terhadap Kontributor Net.TV di Madiun

lp2sPALEMBANG | KSOL – Imron Supriyadi, Direktur Lembaga Pendidikan Pers Sriwijaya (LP2S) Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengecam keras tindakan kekerasan oknum Kostrad terhadap Soni Misdananto, kontributor Net.TV di Madiun, Minggu (2/10/2016).

Menurut Ketua Aliansi Jurnalis Independen Palembang periode 2009-2011 ini, tidak seharusnya aparat keamanan yang berslogan manunggal dengan rakyat, melakukan kekerasan terhadap anggota masyarakat. “Ini satu tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar sumpah prajurit,” ujarnya.

Imron yang kini aktif sebagai akademisi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Isalam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini menegaskan, tindakan kekerasan apapun bentuknya dan siapapun pelakunya, sama sekali tidak dapat dibenarkan. Baik dari hukum sosial maupun hukum agama.

Korban: Wartawan Net TV wilayah Madiun, Sony Misdananto korban kekerasan oknum TNI. [Foto: pramita/bj.com]

Korban: Wartawan Net TV wilayah Madiun, Sony Misdananto korban kekerasan oknum TNI. [Foto: pramita/bj.com]

Tindak kekerasan ini, menurut mantan Korlip Radio SMART FM Palembang ini melanggar pasal 18 Undang-Undang nomor 40 tahun 1999. Dalam undang-undang itu dinyatakan, siapapun dilarang menghalangi tugas wartawan.

“Karena ini pelanggaran, pelaku harus ditindak sesuai hukum, kalau tidak ini bisa menjadi preseden buruk bagi nasib jurnalis lainnya. Wartawan yang sedang bertugas jelas dilindungi Undang-Undang, jadi nggak boleh siapapun melarang atau menghalangi tugas seorang wartawan dalam tugas,” tegasnya.

Ditambahkan, sebagai aparat keamanan seharusnya ikut melindungi tugas wartawan, bukan sebaliknya. “Menurut saya, oknum Kostrad ini perlu dipertanyakan kesadaran sosial-nya. Sebab sama-sama mahluk Tuhan tak berhak melukai atau dilukai,” ujarnya.

Secara kelembagaan, Imron menegaskan LP2S Palembang mendesak kepada pihak berwajib, agar menindak tegas terhadap pelaku tindak kekerasan. “Tak ada kata damai dalam kekerasan ini. Hukum pelaku kekerasan, supaya menjadi pelajaran bagi yang lain,” ujarnya.

Berdasar pada kasus ini, Imron menyampaikan agar pimpinan TNI dalam hal ini Panglima, TNI melaui KASAD dan Pangdam V Brawijaya agar  segera menindak tegas sesuai aturan UU Pers.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Kontributor Net-TV di Madiun, Soni Misdananto mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oknum TNI AD dari Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha. Kamera diambil dan memori yang menyimpan gambar anggota Kostrad yang sedang memukuli peserta konvoi dari perguruan silat SH Teratai dirusak.

BACO BERITA TERKAIT : Oknum Kostrad Aniaya Kontributor Net-TV di Madiun

TEKS/EDITOR  : T AMUNGKAS | FOTO : GOOGLE IMAGE




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *