Banyak Isu Dihembuskan, FCTC Sebenarnya untuk Siapa?

JAKARTA  | KSOL — Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) merupakan perjanjian internasional untuk mengendalikan konsumsi tembakau. Sudah 180 negara di dunia mengimplementasinya namun sayang Indonesia tidak termasuk.

Alasannya karena selama ini masih ada pertentangan kuat bahwa FCTC akan berdampak negatif pada ekonomi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tembakau dan rokok besar di dunia. Di dalam FCTC diatur beragam aspek bagaimana seharusnya rokok tersebut dijual (termasuk cukai) dan hal ini yang diisukan akan membuat sengsara petani tembakau.

Namun Ketua Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia Profesor Hasbulah Thabrany isu tersebut merupakan kekhawatiran tak beralasan. Studi di beragam negara yang sudah meratifikasi FCTC menunjukkan bahwa untuk hal kenaikkan cukai misalnya tidak akan serta merta mematikan petani tembakau.

BACO BERITA LAINNYO : Aksesi FCTC, Langkah Nyata Demi Sukseskan Pengendalian Tembakau di Indonesia

“Logika ekonomi nggak begitu, harga naik harusnya supplier senang. Petani jengkol harga dinaikkan Rp 5.000 kan harusnya senang dagangan bisa lebih mahal,” kata Prof Hasbullah ketika ditemui dalam workshop FCTC di hotel Amaris, Bogor, dan ditulis Sabtu (1/10/2016).

Dina Kania perwakilan dari World Health Organization (WHO) pada kesempatan yang sama menjelaskan studi ASEAN Tobacco Control Atlas 2013 di Thailand menunjukkan ketika cukai rokok dinaikkan sebesar 32 persen memang prevalensi merokok akan menurun dari 32 persen tahun 1991 menjadi 24 persen tahun 2012. Namun demikian pendapatan negara dan industri bisa tetap naik berkat harga yang tinggi dari sekitar USD 530 juta tahun 1991 menjadi sekitar USD 1.997 juta.

Artinya hal ini akan menguntungkan semua pihak. Dari sisi kesehatan angka kejadian penyakit masyarakat bisa menurun namun dari sisi ekonomi juga baik untuk industri dan negara.

“FCTC tujuannya itu bukan untuk mematikan industri rokok, mematikan petani tembakau, atau menghilangkan pekerjaan buruh. Tapi untuk melindungi generasi saat ini dan yang akan datang dari dampak buruk konsumsi tembakau dan paparan asap rokok,” pungkas Dina.

TEKS/FOTO : DETIK.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *