Aksesi FCTC, Langkah Nyata Demi Sukseskan Pengendalian Tembakau di Indonesia

JAKARTA  | KSOL — Aksesi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) adalah solusi permasalahan pengendalian tembakau di Indonesia. Sayangnya meski sudah 13 tahun berlalu, Indonesia belum juga melakukan aksesi.
dr Suir Syam, MKes, Anggota Komisi IX DPR-RI dari Partai Gerindra, mengatakan Indonesia merupakan salah satu penggagas FCTC. Oleh karena itu meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan aksesi FCTC untuk melindungi anak-anak dan remaja Indonesia dari bahaya rokok.

“Bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini marilah kita meminta kepada presiden untuk segera melakukan aksesi FCTC. Selain itu, Presiden bersama kementerian-kementerian terkait untuk lebih pro kepada kebijakan kesehatan,” tutur Syam, dalam acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2016).
Mengaksesi FCTC berarti memberikan ruang lingkup yang lebih sempit kepada industri rokok untuk mempromosikan dan menjual produk mereka. Selain itu, masyarakat miskin yang selama ini ‘tertipu’ dengan iklan rokok akan lebih mawas diri.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr HM Subuh, mengatakan aksesi FCTC merupakan langkah nyata dalam pengendalian tembakau di Indonesia. Ada beberapa poin penting di mana FCTC akan mengatur regulasi soal promosi dan penjualan rokok.

“Pertama itu tidak akan lagi bisa rokok dijual ecer atau batangan. Selain itu nantinya akan seperti di negara maju, rokok cuma bisa dibeli di tempat khusus dan sebelum membeli harus menunjukkan id card atau identitas yang menunjukkan sudah berusia di atas 21 tahun,” tutur Subuh di kesempatan yang sama.

Sharad Adhikary, perwakilan dari WHO Indonesia mengatakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia juga merupakan momen baik untuk menetapkan standar kemasan polos pada bungkus rokok. Kemasan polos atau ‘plain packaging’ merupakan langkah lain mencegah bertambahnya jumlah perokok pemula.

“Kemasan polos merupakan upaya kesehatan masyarakat yang tepat dan ekonomis. Kemasan polos mengurangi daya tarik produk tembakau, membuat peringatan kesehatan bergambar ataupun tulisan menjadi lebih jelas,” tuturnya.

TEKS : DETIK.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *