Tulisan : “Dilarang Masuk Kecuali Karyawan” di Kantor BAPPEDA Muarenim Menuai Protes

MUARA ENIM | KSOL – Tulisan : “Dilarang Masuk Kecuali Karyawan” sebuah kalimat sederhana yang acapkali dijumpai di sejumlah kantor. Di beberapa tempat, tulisan itu  sebagian dianggap biasa. Namun lain halnya di Ruang Kerja Kepala Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Tulisan yang terdiri 4 kata itu, mengundang pendapat negatif di kalangan lembaga legislatif Kabupaten Muaraenim. Hopandi Said, salah seorang tokoh masyarakat Muara Enim dan mantan Anggota DPRD Muara Enim menyayangkan hal itu.

Tampak tanda (stiker) bertulisakan “Dilarang masuk ‎kecuali karyawan” tertempel di pintu masuk ruang Kepala Bappeda Muaraenim

Tampak tanda (stiker) bertulisakan “Dilarang masuk ‎kecuali karyawan” tertempel di pintu masuk ruang Kepala Bappeda Muaraenim

“Disayangkan, ya. Jelas BAPPEDA kan kantor Pemerintah, bukan kantor perusahaan pribadi. Terlebih, kantor ini tempat pelayanan masyarakat yang seharusnya terbuka untuk seluruh masyarakat yang hendak ber-urusan dengan Pemerintah . Sekali lagi saya sangat sayangkan adanya tulisan yang tertera di depan pintu ruang Kerja Kepala Bappeda tersebut,” tukasnya.

Hal itu juga diaminkan salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Muara Enim yang meminta agar namanya tidak disebut. Menurutnya, hal seperti itu jelas menyalahi, karena Kantor Pemkab merupakan tempat pelayanan. “Tapi kalau ada tulisan : dilarang masuk, artinya kantor tersebut kantor pribadi,” tutur nya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Muara Enim, Faizal Anwar SE, saat dimintai komentarnya tentang ha itu mengatakan, tulisan itu sangat tidak benar, bertentangan dengan penghargaan reformasi birokrasi dari pemerintah pusat, apalagi hal ini terkait masalah pelayan publik.

“Saya minta agar seluruh Kantor Pemerintah yang ada tertulis seperti itu harus dilepas. Kantor Pemerintah adalah tempat pelayanan publik dan tempat warga menyampaikan semua aspirasi. Tugas pemerintah itu melayani, dan bukan untuk dilayani. Kalau masih ada tulisan yang sama  di kantor-kantor  pemerintah, saya harap untuk dilepas,” tegasnya.

Pada saat  sejumlah awak media hendak meminta keterangan dari Kepala BAPPEDA Muaraenim, salah seorang staf mengatakan yang bersangkutan sedang tidak bisa diganggu. “Bapak sedang sibuk dan tidak dapat diganggu,” ujar staf  BAPPEDA Muaraenim memberitahu sejumlah awak media.

Bukan hanya kepada awak media saja, namun jawaban serupa juga diterima sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  DI Muaraenim. “Hal ini bukan satu atau dua kali saja menanyakan kepada staf Bappeda, namun hampir setiap wartawan atau pun LSM  yang hendak menghadap selalu beralasan sama,” ujar salah satu awak media di Muaraenim.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM  | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *