Bagaimana Mengenali Paedofil?

Kasus pelecehan seksual di Jakarta International School, seakan film thriller yang menyajikan hamparan puzzle yang makin mengagetkan. Orang tua tentu ingin menjaga anaknya dari pemangsa dan Paedofil. Namun menjaga anak dari bahaya tanpa mengenali jenis bahayanya, tentu akan susah sekali. Paedofil, menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah mereka yang mempunyai seleras seksual terhadap anak kecil. Mereka juga seperti umumnya orang kebanyakan. Bahkan awalnya merupakan orang yang dipercayai si orang tua untuk menjaga anak mereka. Berikut langkah-langkah mengenali Paedofil yang dinukil dari WikiHow ;

1. Semua Orang Dewasa Bisa Menjadi Paedofil

Tak ada karakter fisik, profesi atau tipe kepribadian tipe yang bisa menandakan pelaku pelecehan seksual anak-anak. Mereka juga tak terkait pada jenis seks, ras, agama, pekerjaan dan hobi. Mereka sama seperti orang lain. Pelaku mungkin tampak menyenangkan, penyayang dan baik hati.

2. Paedofil Kebanyakan Malah Orang Dekat

Kebanyakan pelaku justru adalah orang-orang dekat. Dari banyak kasus, hanya 10 persen yang dilakukan orang asing. Sebanyak 30 persen oleh anggota keluarga sendiri. Paling banyak, 60 persen, dilakukan oleh orang dewasa yang dipercaya. Misalnya guru, tetangga, pengasuh. Proses pelecehan justru terjadi dalam sekolah atau proses pendidikan.

3. Ketahuilah Karakteristik Pelaku

Mayoritas pelaku pelecehan seksual anak adalah kaum pria, korbannya bisa laki atau perempuan. Pelaku biasanya memiliki sejarah pelecehan, baik fisik atau seksual. Beberapa pelaku biasanya memiliki penyakit mental atau gangguan kepribadian. Pria Heteroseksual dan Homoseksual sama sama bisa menjadi pelaku pelecehan seksual anak. Sedang pelaku wanita cenderung mengincar korban laki-laki dari pada perempuan.

4. Waspadai Perilaku yang Biasa Dimunculkan Paedofil

Pelaku biasanya tak tertarik dengan hal-hal yang banyak melibatkan orang dewasa. Mereka lebih suka dengan aktivitas yang banyak melibatkan anak-anak. Umumnya mereka memiliki pekerjaan yang bisa membuat mereka lebih dekat dengan anak-anak. Atau mereka bisa merancang agar dekat dengan anak-anak. Misal menjadi pelatih, babysitter atau menawarkan bantuan.

Pelaku biasanya memperlakukan anak-anak laiknya teman sebaya, bahkan seperti kekasihnya. Pelaku biasanya mengatakan mereka juga anak-anak atau mencintai semua anak-anak

5. Pelaku Biasanya Sabar Meraih Kepercayaan Keluarga

Pelaku Paedofil bisa sabar berbulan-bulan hingga tahun, untuk mendapat kepercayaan keluarganya menangani anak-anak. Semakin dipercaya, pelaku biasanya menawarkan bantuan yang membuat mereka dekat dengan anak-anak. Misal menjaga, menjemput atau sekedar bermain bersama. Kebanyakan, pelaku tak beraksi sampai mendapatkan kepercayaan penuh dari keluarganya.

Pelaku biasanya juga pintar mengincar korban yang kurang perhatian atau dukungan emosional dari orang tua. Pelaku biasanya menawarkan diri menjadi ‘orang tua’ pengganti.

TEKS : TEMPO.CO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *