Pencandu Narkoba Lebih 5 Juta, BNN Sumsel Gandeng Kelompok Pengajian

PALEMBANG | KSOL –  Dua tahun terakhir, secara nasional pencandu narkoba di Indonesia lebih dari 5 juta orang. “Dari jumlah itu sekitar 45-50 orang di antaranya meninggal dunia setiap hari akibat mengonsumsi barang terlarang itu,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Brigjen Pol M Iswandi di Palembang, Senin (19/9/2016).

Melihat data itu, Iswandi menyebutkan, jumlah pencandu dan korban meninggal dunia akibat narkoba tergolong tinggi. Oleh karena itu pada 2016, pihaknya berupaya meningkatkan tindakan pencegahan. Tujuannya, agar secara bertahap jumlah kematian akibat narkoba yang sia-sia itu dapat diminalisasi. “Kasus narkoba, banyak menimpa generasi penerus bangsa. Mereka meninggal dunia sia-sia karena mengonsumsi narkoba. Dengan upaya pencegahan, ke depan insya Allah akan dapat berkurang,” ujarnya.

Kepala-Badan-Narkotika-Nasional-BNN-Provinsi-Sumatera-Selatan-Sumsel-Brigjen-Pol-M-Iswandi

Kepala-Badan-Narkotika-Nasional-BNN-Provinsi-Sumatera-Selatan-Sumsel-Brigjen-Pol-M-Iswandi

Sedangkan untuk melakukan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, pihaknya terus berupaya melakukan razia di sejumlah tempat yang selama ini menjadi tempat pemakaian dan peredaran barang terlarang itu seperti tempat hiburan malam.

Bahkan, guna melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Iswadi mengatakan, BNN Sumsel menggandeng kelompok pengajian dan pengurus masjid menggalakkan gerakan P4GN.

“Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif dan obat-obtan berbahaya (narkoba) di daerah ini telah meluas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Melihat kondisi itu, perlu digalakkan tindakan yang dapat mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran barang terlarang itu.

Dia menjelaskan untuk melakukan pencegahan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya mengkonsumsi narkoba dan sanksi hukum jika terjaring razia memiliki atau menyimpan barang terlarang itu.

Kegiatan sosialisasi yang merupakan bagian dari gerakan P4GN itu yang selama ini sering dilakukan di sekolah-sekolah, dan kampus perguruan tinggi, kini dikembangkan dengan menggandeng kelompok pengajian dan pengurus masjid sehingga penyebaran informasi mengenai pencegahan serta pemberantasan narkoba bisa lebih luas dan tepat sasaran.

Menurut dia, narkoba merupakan racun yang jika dikonsumsi secara terus-menerus menimbulkan efek kecanduan dan kadarnya semakin berat serta sulit untuk melepaskan diri dari ketergatungan barang terlarang itu.

“Jika sampai terkena narkoba, penggunanya sulit untuk melepaskan diri dari ketergantungan dan bisa menyebabkan kematian bagi yang mengonsumsinya, tinggal menunggu waktu saja,” ujarnya.

TEKS  : T PAMUNGKAS | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *