Empat Lawang Targetkan Tanam Padi Sawah 4000 Ha, Rudianto : 2016 Insya Allah Tercapai!

EMPAT LAWANG | KSOL – Meningkatkan capaian produksi padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang gelar kegiatan tanam serentak. Kali ini, program menanam padi serentak dilakukan di 284 hektar lahan sawah dalam sehari.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DP3) Empat Lawang, Rudianto menjelaskan, gerakan tanam serentak dilakukan di beberapa kecamatan, hanya saja kegiatan ceremonialnya dilakukan di desa Tanjung Ning Lama, Kecamatan Saling.

Gerakan tanam serentak seluas 284 ha, tersebar di Kecamatan Saling (30 ha), Kecamatan Tebing Tinggi (150 ha), Kecamatan Muara Pinang (32 ha), Kecamatan Lintang Kanan 50 (ha), Kecamatan Pendopo (17 ha), dan Kecamatan Pasma Air Keruh (5 ha). “Kecamatan lain seperi Ulu Musi, Sikap Dalam dan Talang Padang juga memiliki sawah padi namun saat ini masih dalam tahap panen,” jelas Rudianto, di sela acara gerakan tanam serentak, Ahad (19/9/2016).

‪Rudianto juga menyampaikan, Pemkab Empat Lawang optimis target tanam padi sawah seluas 4000 ha, September 2016 ini akan tercapai. Hal ini bukan tidak mungkin, karena di Kecamatan Saling saja akan melakukan penanaman padi seluas 712 ha.

Belum lagi didukung kecamatan lainnya. “Insya Allah target 4000 hektar dari Kementan tercapai,” imbuhnya, seraya menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para petani, khususnya di Kecamatan Saling yang sudah melaksanakan penanaman sistem Jajar Legowo yang memang dianjurkan pemerintah pusat dibantu TNI.

‪Selian itu, Rudianto juga mengajak para petani mengajukan alsinta sesuai kebutuhan petani itu sendiri agar dapat di gunakan dengan maksimal dan meningkatkan produksi, perekonomian dan kesejahteraan petani itu sendiri. “Saya juga tidak ingin petani di rugikan, jika ada usulan dapat langsung menyampaikan ke saya, tidak melalui pihak lain apalagi calo,” tegas Rudianto.

‪Kesempatan yang sama Dandim 0405 melalui Danramil Tebing Tinggi, Kapten Sudiyono berharap, agar pola tanam terus dilakukan pola 10 300 sehingga tidak terputus dan panen berkesinambungan. “Sekali lagi terima kasih kepada petugas di lapangan, penyuluh, petani, angota TNI di lapangan sudah mengawal kesuksesan opsus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pertanian DP3 Empat Lawang, Rubi Faizal diampingi Muhar, penyuluh pertanian menjelaskan, jenis bibit yang ditanam petani impra 9 karena di nilai lebih cepat panen, produksi tinggi dan tahan terhadap hama. “Jika tidak ada kendala umur 95 hari padi jenis impra 9 ini sudah panen, kemudian hama jenis tenggoro yang kebanyakan menyerang juga tahan, apalagi produksi dari kisaran 7 sampai dengan 9 ton per hektar,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com