AKTIFITAS PRODUKSI DEKAT PERMUKIMAN, WARGA MINTA PT PGU TUTUP SEMENTARA

MUARA ENIM | KSOL – Warga Muaraenim mengadukan aktivitas ‎pertambangan batu bara PT Pacifik Global Mandiri (PGU) di Desa Tanjung Lalang, Dusun III Kecamatan Tanjung Agung,Kabupaten Muara Enim.  Pasalnya, aktifitas perusahaan ini sangat dekat dengan jalan raya dan pemukiman warga. Laporan ini disampaikan membuatkepada Komisi II DPRD Kabupaten Muara Enim, sekitar pukul 10.30 WIB, Jumat (9/9/16) pagi.

Menangapi hal itu H Saiful Iqbal SH Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Muara Enim, bersama bersama anggotanya turun langsung untuk mengecek kebenaran laporan tersebut, Jumat (9/9/16) pagi.

Berdasarkan tinjauan di lapangan, Saiful mengatakan, secara kasat mata PT Pacifik Global Mandiri (PGU)  aktivitas perusahaan ini terlalu dekatnya dengan pemukiman warga. Akibatnya warga setempat merasa terganggu.

“Namun meski dinilai menganggu, kita masih meninjau apakah melanggar aturan atau tidak, nanti akan kita tindak lanjuti masalah keluhan masyarakat di sini,” kata Saiful kepada Reporter RGBA FM disela-sela kunjunganya ke PT PGU.

img-20160909-03501

Lokasi pertambangan batubara dan suasana aktivitas PT PGU‎ yang sedang beroperasi menggunakan alat berat

Sejauh ini, kata Saiful Iqbal, ia tetap akan bertindak di tengah dan sesuai dengan aturan dan berpegangan dengan aturan. Jika memang nanti adanya pelanggaran aturan dalam masalah aktivitas perusahaan ini, maka akan ditindak pula dengan sesuai dengan aturan. Sebab, kata dia, dengan berpegang dengan aturan, masalah ini nantinya akan jelas dan dapat diselesaikan.

Oleh karena itu, lanjut dia, baik warga maupun perusahaan, harus tetap berpegang aturan. Siaful mengatakan , semua pihak tidak perlu khawatir dalam masalah. Semua pihak terkait akan dipanggil untuk duduk satu meja untuk membahas masalah ini.

Sementara, terkait dengan adanya dugaan pelanggaran aturan hukum, baik pidana maupun hukum perdata, menurut Saiful  akan kembali ke aturan yang akan kita ketahui nantinya.

“Insyallah setelah Idul Adha kita akan panggil pihak-pihak terkait. Kalau sekarang tentu waktunya sangat sempit sudah dekat dengan hari raya kurban kan? Jadi bapak ibu untuk saat ini saya minta kepada masyarakat yang ingin berjualan, silakan berjualan, yang ingin berkebun, silakan berkebun ataupun menjalankan aktivitas lainnya,” tegasnya.

Ditambahkannya, dalam hal ini, pihaknya berjanji akan menindak lanjuti masalah ini sampai selesai. Baik, perusahaan dapat terus berjalan untuk beroperasi, maupun warga tidak dirugikan dan merasa terganggu dengan adanya aktivitas perusahaan yang berjalan ini. “Jangan sampai dalam masalah ini tidak memiliki titik temu dalam menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Diinfomasikan, aktifitas produksi PT PGU berdasar pada izin Eksplorasi Nomor : 320/KPTS/Tamben/2012, dengan nomor : CNC: 267/BB/03/2014. Namun, izin ini diprotes

img_20160909_112202

Tampak Tim DPRD Muara Enim Komisi II bersama dinas terkait dan masyarakat saat meninjau ke dalam proyek PT PGU,Jumat (9/9/16) pagi

Forum Komunikasi, Masyarkat Peduli Lingkungan Hidup dan Ketenagakerja (FKMPLHK) Kabupaten Muara Enim. Alasannya,  disebut Rizal Fauzi SE, Ketua FKMPLHK, wilayah aktifitas produksi PT PGU berada di wilayah pemukiman penduduk.

Menurut Rizal hal ini, bertentangan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2012 tentang indikator ramah lingkungan untuk usaha atau kegiatan pertambangan terbuka batu bara, yaitu jarak 500 meter, tepi lubang galian dengan dengan pemukiman warga. “Izin itu jugabertentangan dengan UU Nomor 32 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tegasnya.

Aktivitas pertambangan menurut Rizal telah menimbulkan dampak lingkungan, juga menimbulkan dampak sosial yang komplek bagi masyarakat sekitar lokasi tambang. Dampak yang ditimbulkan diantaranya, rumah warga mengalami retak-retak, air sumur tiba-tiba kering, polusi udara, debu berterbangan, kebisingan dimalam hari, getaran dan banyak masalah lainnya.

“Atas dasar itu, kita forum yang mewadahi keluhan warga meminta agar perusahaan ditutup sementara, sampai masalah ini diselesaikan. Dan, solusi lainnya dilakukan pemidahan aktivitas tambang di dekat pemukiman warga,” tegasnya.

Dalam kegiatan meninjau di lokasi, perwakilan PT PGU tidak hadir dalam mendampingi Komisi II DPRD Muaraenim. Jajaran dewan hanya didampingi Samson, Koordinator Keamanan PT PGU. Namun dalam masalah itu, Samson hanya bertigas mendampingi anggota DPRD Muara Enim. Samson ia tidak bisa berkata banyak, karena hanya sebatas mendampingi. “Nanti saya akan melaporkan hasil dari hasil kunjungan DPRD ini ke pihak managemen,” kata Samson sembari menambahkan pihak perusahaan akan siap menghadiri panggilan jik nantinya DPRD akan memannggil manajemen.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGABA FM | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




One thought on “AKTIFITAS PRODUKSI DEKAT PERMUKIMAN, WARGA MINTA PT PGU TUTUP SEMENTARA

  1. Syaflini Anggidin, SKm,

    KAmi tunggu Pak Solusi yang terbaik dan jangan hanya menggunakan UU Lingkungan Hidup, mereka juga membeli tanah persawahan pendududk dan melanggar UU No. 41 tahun 2009, tentang Perlindungan Lahan Peranian Berkelanjutan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *