Diduga Serobot Tanah, Aidit dituntut 1 Tahun 4 Bulan Penjara

MUARAENIM | KSOL – Aidit Bin Hopson,warga Desa Cinta Kasih,Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim tak bisa banyak bicara, ketika Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim menghukum dirinya 1 tahun 4 bulan penjara, Selasa (6/9/16).‎

Dalam sidang yang di gelar di PN Muara Enim yang diketuai, Arie Ferdian SH MH, melalui tuntutannya yang di bacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Beni Pranata SH, Aidit di dakwa dengan tuntutan selama 1 tahun 4 bulan yang di duga telah melanggar pasal 385 KUHP tentang penyerobotan lahan milik Ayucik (102 thn) warga Desa Cinta Kasih Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim.

Menurut JPU, tuntutan tersebut dibuat setelah menimbang bukti-bukti dan mendengarkan keterangan dari saksi-saksi selama proses persidangan.

Dalam pembacaan tuntutan tersebut JPU menimbang bahwa tuntutan tersebut sudah paling ideal diberikan kepada terdakwa. Selain itu, JPU menilai selama proses persidangan berlangsung terdakwa juga terkesan berbelit-belit saat menyampaikan keterangannya.

Di lain pihak, Ika (30) salah satu keluarga korban mengatakan pihaknya menghormati tuntutan yang telah di sampaikan oleh JPU. “Semua kita serahkan kepada majelis hakim, karena kita yakin hakim akan memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya, tanpa menyampingkan bukti-bukti yang ada,” jelasnya.

Di jelaskannya, sebelum perkara ini timbul, lahan yang diakui terdakwa sudah pernah melalui proses sidang perdata di PN pada 2003 dengan penggugat Ayucik pemilik lahan. Kali itu sebagai tergugat dan diantaranya Terdakwa, Aidit dan adik terdakwa, Nelman serta Hut, bibik terdakwa.

“Berdasarkan surat keputusan Pengadilan Negeri Muara Enim tahun 2003 tanah tersebut di nyatakan memang milik kita, tapi tahun 2013 yang lalu tanah ini di serobotnya kembali oleh terdakwa. Dan berdasarkan keterangan terdakwa dalam sidang sebelumnya tanah tersebut tidak hanya diserobot saja tapi juga dijual oleh terdakwa ke berapa warga Desa Cinta Kasih sekitar 5 orang dengan harga bervariasi mulai dari Rp 2.5 juta per kapling. Bahkan di lahan tersebut juga sudah didirikan 2 rumah milik terdakwa dan milik pembeli yang membeli tanah dengan terdakwa.” jelasnya.

Untuk itu lanjutnya, pihaknya berharap agar majelis hakim dapat memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya. “Saya yakin dan percaya, majelis hakim akan mengambil keputusan secara bijaksana dan dengan seadil-adilnya. Kami hanya ingin keadilan itu dapat di tegakan dan yang salah dihukum sesuai kesalahannya, agar mereka tidak berani lagi mengulangi kesalahan mereka yang merugikan orang lain. Sebab kalau dibiarkan dikhawatirkan ke depan bukan tanah kami saja yang ia ambil tapi juga tanah milik warga lainnya,” harapnya.

Sidang yang di gelar di PN Muara Enim dikteuia Hakim Ketua, Arie Ferdian SH MH dengan Anggota Sapri Tarigan SH MH dan Rio Nazar SH MH serta Panitera Pengganti Antonius Suanie SH MH,Selasa,(6/9/16) yang di gelar di Ruang Rapat Utama Pengadilan Negeri Muara Enim.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *