Belum Dipatenkan, Kopi Empat Lawang Diakui Daerah Lain

EMPAT LAWANG | KSOL — Kopi robusta asal kabupaten Empat Lawang belum memiliki hak paten. Akibatnya, hasil komoditi unggulan bumi saling keruani sangi kerawati ini kurang dikenal, bahkan disinyalir kerap diakui beberapa daerah lain.

Padahal, jenis kopi robusta Empat Lawang memiliki ccita rasa yang khusus, tidak kalah dengan kopi daerah lain. “Kopi Empat Lawang enak, rasanya sudah mencapai 80, nilai 80 ini sudah masuk kategori excellent,” ujar Riyaldi, salah satu Tim ahli indikasi geografis Kemenkumham, kemarin (30/8/2016).

Plt Bupati, H Syahril menemui para petani dan pengusaha kopi Empat Lawang

Plt Bupati, H Syahril menemui para petani dan pengusaha kopi Empat Lawang

Riyaldi datang ke Empat Lawang dalam rangka workshop indikasi geografis kopi robusta Empat Lawang di aula Hotel Kito. Dikatakannya, proses hak paten membutuhkan beberapa waktu ada persyaratan serta penilaian.

“Persyaratan harus dipenuhi dan standar proses pengelolaan kopi harus dipenuhi. Kemungkinan hak paten keluar awal tahun depan (2017,red),” jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengatakan, Empat Lawang merupakan daerah setra penghasil kopi, seperti di Kecamatan Muara Pinang, Pendopo, Lintang Kanan, Pasemah Air Keruh, Ulu Musi, Pendopo Barat dan Talang Padang.

“Di kecamatan tersebut merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian 300 sampai 600 Mdpl sehingga kopi tumbuh subur dan unggul secara alamai,” katanya.

Lanjut Syahril, Indonesia merupakan negara ke 4 pengekspor kopi. Ia berharap kopi Empat Lawang menyumbang dalam ekspor tersebut. Syahril mengimbau petani kopi tidak mengalihfungsikan kebun kopi ke tanaman lainnya sehingga kopi Empat Lawang semakin dikenal.

“Memang kopi Empat Lawang belum diakui, Itulah kita adakan workshop ini. Kita bekali petani kopi supaya lebih kreatif mengolah kopi,” jelasnya seraya mengakui kopi yang diolah tradisional, ditumbuk pakai lesung lebih enak daripada menggunakan mesin.

Senda itu, Kepala Dishutbuntamben Empat Lawang, Susyanto Tunut menambahkan, peserta workshop dari kelompok tani. Diharapkan setelah kegiatan ini akan ada kunjungan tim teknis dari Kemenkumham apakah kopi Empat Lawang dapat hak paten atau tidak. “Jika Kopi Empat Lawang sudah memiliki hak paten bersertifikat indikasi geografis, petani kopi akan lebih diuntungkan, harga kopi bisa naik dan lebih dikenal daerah lain,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *