Jangan Hanya Datang : Ado Lokak Duit Dak? Seharusnya Berperan dalam Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Hendro Aldo Irawan, Bidang Bidang Penanggulangan Bencana dan Pengungsi dari Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

Hendro Aldo Irawan, Bidang Bidang Penanggulangan Bencana dan Pengungsi FK-PSM Kecamatan Lawang Kidul

TANJUNG ENIM |  KSOL – Forum pemuda, baik Lembaga Swadaya Masyarakat, Karang Tarunan dan organisasi kepemudaan liannya, sudah selayaknya membangun jiwa sosial yang tinggi dan memunculkan eksistensinya  di segala bidang dalam masyarakat.“Kegiatan positif dan bermanfaat harus dilakukan untuk kepentingan masyrakat. Seperti kegiatan sosial kemanusiaan aksi donor darah, program Jumat bersih dan lainnya,” ujar Hendro Aldo Irawan, Koordinator Bidang Bidang Penanggulangan Bencana dan Pengungsi dari Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

Pernyataan itu disampaikan, menyusul penilaian negatif terhadap sejumlah lembaga kepemudaan di Muaraenim, diantara LSM. Menurut Hendro, kegiatan positif LSM, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan  dilakukan untuk membuang image (penaialain) buruk masyarakat terhadap keberadaan LSM dan beberapa forum kepemudaan.

Oleh sebab itu, kiat yang harus dilakukan oleh organisasi kepemudaan, harus sigap dalam segala hal yang bersifat sosial. Baik penggalangan dana korban bencana gunung meletus, gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya. “Apapun namanya, apakah LSM, Ormas, organisasi kepemudaan, atau forum pemuda sudah sepatutnya harus peka dan ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut. Ini kita lakukan agar masyarakat tidak menilai buruj terhadap lembaga yang kita miliki,” tegas Hendro ketika di mintai komentarnya terkait aksi sosial yang rutin di adakan Paguyuban Keluarga Besar Tanjung Enim Forum (PKB-TEF), di Alun-alun Fasilitas Sosial (Fasos) Lap Ex Sentral Lama PTBA Tanjung Enim, belum lama ini, Sabtu (27/08/16).

Lebih lanjut,. Hendro mengatakan dengan mengambil peran dalam setiap kegiatan sosial, keberadaan organsiasi apapun secara perlahan, akan menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya organisasi kepemudaan di tengah masyarakat.

n : Foto : Tampak beberapa perwakilan Forum Pemuda yang tengah mendonorkan darahnya saat kegiatan Aksi Donor Darah PKB-TEF ke-7 di alun-alun Fasos Ex Sentral Tanjung Enim, Minggu (28/8/16)

DONOR DARAH – Beberapa perwakilan Forum Pemuda yang tengah mendonorkan darahnya saat kegiatan Aksi Donor Darah PKB-TEF ke-7 di alun-alun Fasos Ex Sentral Tanjung Enim, Minggu (28/8/16) FOTO.DOK.KSOL

Oleh sebab itu, Hendro menegaskan, untuk menepis penilaian buruk itu, setiap personil organisasi kepemudaan sangat tidak etis jika setiap datang ke sebuah event kemudian menyola tentang uang, honor dan sejenisnya. “Jangan hanya mau datang dan menanyakan : ado lokak duitnyo dak? Ado lokak gawean dak? Kalau katek, malas aku nak datang, banyak-i gawean, nguntungke idak, kere lagi ado! Nah, sikap dan pendirian seperti ini yang tidak kita harapkan sebagai sosok pemuda,” tukasnya.

Mengapa hal ini menjadi penting? Sebab menurut Hendro, LSM tugas dan fungsinya, salah satu diantaranya sebagai sosial kontrol, bila mana ada dan ditemukan penyimpangan proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah ataupun sebuah BUMN.

“Nah disitu memang LSM harus lebih berperan. Mengkritik kebijakan pemerintah ataupun mengadukan sebuah proyek bangunan. Itu sah-sah saja, apa yang mereka lakukan, asal memang disertai data yang valid bila memang terjadi penyimpangan, jangan mengada-ada,” ujarnya kepada Kabar Sumatera On Line.

Hendro juga mengakui, tidak sedikit sejumlah proyek yang melakukan penyimpangan, terutama  dalam proses pembangunan fisik. Sebagian tidak sesuai dengan RAP dan juknisnya. “Diantaranya, masih banyak ditemukan proyek tanpa ada plang besaran anggaran dan lamanya waktu pengerjaan yang di lakukan. Ini dilakukan oleh oknum kontraktor-kontraktor nakal,” tambahnya.

Hendro berharap, terjadinya sinergi antara teman-teman LSM dan forum pemuda di Muaraenim dan Tanjung Enim, dengan lingkungan sosial sekitar, termasuk dengan pemerintah setempat. “Kalau tidak sekarang, ya kapanlagi untuk berkontribusi nyata terhadap pembangunan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar?” tambahnya.

TEKS : T PAMUNGKAS |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *