Bahaya, Ada 4 Titik Amblas di Jalan Poros Noerdin Panji

EMPAT LAWANG | KSOL – Meskipun sudah mulai dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4,  namun bagi setiap pengguna jalan Poros Noerdin Panji harus ekstra hati-hati. Pasalnya, ada 4 titik amblas cukup berbahaya jika dilintasi saat hujan deras.

Dari sekitar 24 kilometer jalan poros Noerdin Panji, masih ada sekitar 7 kilometer belum diaspal. Beberapa titik tanjakan curam dan belum diaspal dan masih berupa tanah timbunan pengerasa itu akan sulit dilintasi Jika diguyur hujan.

“Sudah bisa mobil pribadi lewat tapi kondisi jalan kering. Kalau hujan atau baru selesai hujan kemungkinan tidak bisa nanjak di tebingan yang belum diaspal. Tebingannya juga cukup panjang, masih tanah timbunan, belum ditimbun batu koral,” ujar Ali, warga Kecamatan Tebing Tinggi, kemarin (29/8/2016).

Selain itu, jalan yang sering disebut warga Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo banyak yang amblas. Ada sekitar empat titik jalan yang amblas, salah satunya di Desa Muara Lintang, Km 6,5 dan Desa Manggilan, Kecamatan Pendopo.

Penyebab amblas dikarenakan saluran air atau gorong-gorong di bawah jalan tersumbat sehingga air tergenang di dalam gorong-gorong dan sisi jalan. “Lokasi jalan turunan, jika hujan air menumpuk lalu tergenang seperti danau. Itulah penyebab amblas,” jelas Kepala Dinas PU Bina Marga Empat Lawang, H Fauzi.

Sementara, anggaran untuk memperbaiki jalan amblas, kata Fauzi, belum ada pos anggarannya. Pihaknya mengimbau pihak perusahaan yang sering menggunakan Jalan Noerdin Panji ikut berpartisipasi memperbaiki jalan yang amblas. “Posnya (anggaran,red) belum ada untuk perbaikan jalan yang amblas. Jalan amblas di Desa Manggilan sudah kami timbun sementara yang penting bisa dilewati kendaraan,” katanya seraya mengimbau pengendara untuk berhati-hati jika melewati jalan poros terutama di jalan tikungan, menanjak dan lokasi jalan amblas.

TEKS : SAUKANI | IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *