Gorong-Gorong Rusak, Warga Khawatir Celaka Tapi Perbaikan Menunggu ABT

TANJUNG ENIM | KSOL — Bila tidak segera mendapatkan perbaikan, ambruknya sebagian gorong-gorong dan tembok penahan jalan‎ Melati Simpang Tiga, dikhawatirkan akan meluas. Bukan tidak mungkin hal ini  akan menyebabkan amblasnya badan jalan secara keseluruhan, hingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Hal itu terjadi di depan rumah warga Sukandi RT 02 RW 10 Komplek Air Paku Kelurahan Tanjung Enim Selatan (TES), Kecamatan Lawang Kidul,Kabupaten Muara Enim.

Dari hasil pantauan di lokasi, gorong-gorong dengan panjang 6-7 meter dan lebar 1 1/2 meter  tersebut sebagian besar ambrol ke dalam lubang saluran air. Begitu juga sebagian gorong-gorong sebagian sudah ambuk.

Tampak ‎pohon tumbang dan gorong-gorong di jalan‎ Melati Simpang Tiga, persisnya di depan rumah warga Sukandi di RT 02 RW 10 Komplek Air Paku Kelurahan Tanjung Enim Selatan (TES), yang amblas

Tampak ‎pohon tumbang dan gorong-gorong di jalan‎ Melati Simpang Tiga, persisnya di depan rumah warga Sukandi di RT 02 RW 10 Komplek Air Paku Kelurahan Tanjung Enim Selatan (TES), yang amblas

Dikhawatirkan, bagian yang ambruk ini akan meluas. Terlebih bila musim penghujan tiba, sementara kendaraan roda dua harus memaksa diri melewati badan jalan, meskipun harus memanfaatkan bagian yang masih bisa dilewati.

Andi Saron (35) dan Sukandi (45) warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi gorong-gorong mengatakan, amblasnya gorong-gorong tersebut sudah sejak lama terjadi, bahkan berangsur semakin meluas. Selain disebabkan karena bangunan gorong-gorong sudah tua dan tersumbat, juga karena cor-an semen yang baru tidak kuat, ditambah dengan seringnya dilintasi kendaraan berat.

“Awalnya hanya kecil lobangnya, sekitar setahun lalu. Namun lama-lama membesar. Kami minta pihak atau dinas terkait untuk segera memperbaiki agar tidak semakin parah. Mengingat jalan ini merupakan salah satu akses jalan alternatif warga untuk menuju ke blok lain nya,” ujar Andi Saron ketika di wawancarai sedang memangkas batang dan ranting pohon yang tumbang tak jauh dari lokasi gorong-gorong.

“Awalnya di dekat gorong-gorong ketika itu ada pihak PDAM menggali lobang sepanjang jalan di belokan dekat gorong-gorong untuk memasang pipa. Saat itu kemudian di cor lagi. Tapi mungkin karena tidak kuat, ditambah seringnya mobil truck arang batubara dan truck yang membawa material melintas di sini, hingga semakin mempercepat ambruknya gorong-gorong. Dan sekarang kondisinya telah nyaris memakan badan jalan,” tambah Sukandi.

Sementara itu, Lurah Tanjung Enim Selatan (TES) Abdul Halim ketika di konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (25/8/16), mengatakan amblasnya gorong-gorong di lokasi itu telah terjadi sejak Maret 2016. Katanya sudah pihak kelurahan sudah melaporkan  ke kecamatan untuk diteruskan ke dinas Pekerja Umum Bina Marga (PU BM).

“Ya sudah kita laporkan dan usulkan ke PU BM tapi belum ada realisasi, kemungkinan melalui ABT.‎ Laporan jalan amblas berdasarkan hasil peninjauan pihaknya ke lokasi bersama kasi trantib dan Babinkantibmas kelurahan Tanjung Enim Selatan pada 28 Maret 2016 pukul 11.30 siang WIB,” jelasnya.‎

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM  | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *