Perguruan Tinggi Jangan Hanya Mengejar Kuantitas, Tapi juga Kualitas

PALEMBANG | KSOL  — Herman Deru, Ketua Alumni Fakultas Hukum di Universitas  Sjakyakirti Palembang mengatakan, di perguruan tinggi seharusnya tidak sekadar mengejar jumlah mahasiswa, tetapi lebih penting lagi meningkatkan kualitasnya. “Oleh sebab itu, peningkatan kuantitasnya jangan sampai menjadi abai dengan kualitasnya, abai dengan pemenuhan sarana dan pra sarananya, abai dengan tri darma perguruan tingginya,” ujar Deru pada Wisuda Fakultas Hukum Universitas Sjakyakirti Palembang, belum lama ini, Jumat (26/8/ 2016)

Herman Deru, mantan Bupati OKU Timur

Herman Deru, mantan Bupati OKU Timur

Deru juga menyatakan prihatin jika melihat data akreditasi sejumlah lembaga pendidikan di Sumsel. Seharusnya di tingkat pendididan dasar dan menengah misalnya, kualitas wajib ditingkatkan. Sarana dan prasarana pendidikan harus diperbaiki, akreditasi harus dinaikkan.

Namun menurutnya, data dari dewan akreditasi provinsi menyebutan, mereka mengakreditiasi sekolah atau madrasah hampir 1000 sekolah. Hasilnya banyak yang terakreditasi C dan B. “Yang akreditasinya A hanya sedikit, cuma 20-30 persen saja. Nah yang terakreditasi C dan B ini harus diperbaiki. Jadi meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah serta guru ajar harus menjadi perhatian kita,” tegasnya.

Deru menegaskan tentang, pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Sriwijaya. Di hadapan civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Sjakhyakirti mengatakan, semua yang hadir di sini adalah insan perguruan tinggi, insan terdidik dan bergelut di bidang pendidikan. “Secara umum dunia pendidikan di sumsel bisa dibilang baik, tetapi kita harus tingkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Sekadar mengejar sekolah atau kuliah gratis menurut Deru tentu hal yang mudah, bila yang bersangkutan memili dana. Semua pasti dilakukan. Tetapi menurutnya, hanya mengejar gratis tanpa mengejar peningkatan kualitasnya, tentu hal ini tidak boleh terjadi.

Lebih lanjut, Deru yang kini tengah bersiap mencalonkan kembali sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Selatan tahun 2018 mengatakan, mengutip data BPS tahun 2015, data menunjukan penduduk Sumsel yang berpendidikan perguruan tinggi baru mencapai 7,17 persen. Seharusnya lebih dari itu.

Senada dengan itu, Haris Fahri, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sjakhyakirti menegaskan sudah waktunya pemerintah sebagai regulator memberikan akses yang lebih terhadap dunia pendidikan, utamanya pendidikan tinggi, sehingga putra-putri terbaik Sumsel bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, Haris menyoroti kualitas dan infrastruktur pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan untuk di ditingkatkan kualitasnya, pemerintah harus mensupport perguruan tinggi utamanya untuk melakukan pengembangan riset sains dan teknologi sehingga lulusan perguruan tinggi di Sumatera Selatan dapat berdaya saing secara kompetitif baik didunia usaha dan bursa kerja yang makin ketat dewasa ini.

TEKS : REL | IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *