Ryamizard Bakal Seragamkan Bela Negara ke Seluruh Sekolah

 JAKARTA | KSOL –  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akan memperluas pelaksanaan program bela negara ke seluruh institusi pendidikan. Sosialisasi bela negara akan ditingkatkan agar seluruh sekolah dari berbagai tingkat pendidikan memiliki pemahaman yang seragam.

“Dalam waktu dekat saya akan bertemu rektor, gubernur, Mendikbud, dan Menristekdikti agar menyampaikan bela negara kepada seluruh rakyat,” kata Ryamizard Jakarta, Selasa (23/8).

Program bela negara telah berjalan lebih dari setahun. Kemham kini menargetkan jumlah kader bela negara bertambah hingga mencapai 100 juta orang.

“Kami tidak dari nol, kami sudah ada di atas 50 juta kader, yang dulu-dulu kan dihitung. Pramuka, Menwa, itu kan bela negara juga,” kata Ryamizard.

BACO JUGO : Gagas Bela Negara di Sekolah, Menhan Hubungi Mendikbud

Pembentukan kader bela negara. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pembentukan kader bela negara. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat era Presiden Megawati ini memaparkan tiga tujuan program Bela Negara. Pertama, memantapkan nasionalisme sebagai upaya menghadapi paham radikalisme.

“Kami harus isi benak seluruh bangsa ini untuk menghadapi kelomok radikal. Radikalisme tidak boleh hidup di bumi Indonesia,” ujar Ryamizard.

Selain itu, seluruh komponen bangsa perlu diberikan wawasan kebangsaan untuk membentengi negara hingga sepuluh tahun ke depan. Hal ini tidak terkecuali lembaga pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. “Kalau sekarang campur-campur, ada wawasan macam-macam,” ujarnya.

JINGUK JUGO : Kemhan: Program Bela Negara Sesuai Kebijakan Presiden

Program ini juga menyasar kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan pembinaan. Saat ini, kata Ryamizard, pihaknya akan meningkatkan pelatihan bela negara kepada kelompok masyarakat yang erat dengan tindakan premanisme.

“Yang melakukan perkelahian, geng-geng motor, harus kami berikan pelajaran, pelatihan agar tidak berbuat jahat lagi. Preman-preman itu bagian dari bela negara dan revolusi mental,” katanya.

BERITA LAINNYO : Kontras: Bela Negara Tidak Harus Lewat Militer

Selasa pagi tadi, Kemhan mengadakan Apel Gelar Nasional Bela Negara 2016. Kegiatan ini digelar dalam rangka melanjutkan Gerakan Nasional Bela Negara yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 2014.

Apel kali ini diikuti sebanyak 10.000 peserta yang terdiri dari kementerian/lembaga terkait, TNI, Polri, Forum Bela Negara, Pramuka, Menwa, Linmas, Mahasiswa, Ormas, Organisasi pemuda, siswa/pelajar dan komponen bangsa lainnya.

 TEKS : CNN INDONESIA  | FOTO : REUTERS-Darren/Whiteside 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *