Hutbuntamben Gelar Pelatihan Penata Usaha Hasil Kayu Hutan Hak

EMPAT LAWANG | KSOL – Guna membekali ilmu pengetahuan tentang pengukuran dan pengenalan jenis kayu dari Hutan Hak, serta penatausahaannya bagi pejabat penerbit Surat Keterangan Asal Usul Kayu (SKAU), Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Empat Lawang, menggelar pelatihan Penata Usaha Hasil Kayu Berasal dari Hutan Hak.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Plt Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah ini, berlangsung selama Empat hari, 23-26 Agustus 2016.

Selain peserta dari dalam Kabupaten Empat Lawang, beberapa peserta juga hadir dari Bangka Belitung, Muratara, Banyuasin, OKU Timur, OKI, Musirawas dan Kota Palembang. Sementara untuk tenaga pengajar atau pelatih, berasal dari Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah V Palembang, Pejabat Dishutbuntamben Empat Lawang dan instansi lainnya.

Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah, didampingi Kadishutbuntamben, H Susyanto Tunut, menyematkan tanda peserta pelatihan

Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah, didampingi Kadishutbuntamben, H Susyanto Tunut, menyematkan tanda peserta pelatihan

“Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan di Empat Lawang, ini merupakan kegiatan sangat penting. Saya berharap, seluruh peserta bisa mengikuti dengan sebaik mungkin, dari awal hingga selesai beberapa hari kedepan,” ungkap Plt bupati, H Syahril, saat membuka kegiatan tersebut, kemarin (23/8/2016).

Syahril menjelaskan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sangat serius, untuk mewujudkan pelaksanaan piñata usaha hasil hutan kayu yang berasal dari hutan hak agar berjalan secara professional dan akuntabel. “Semoga kedepannya tidak ada penebangan liar, yang sudah jelas melanggar hukum dan merusak kelestarian hutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadishutbuntamben Empat Lawang, H Susyanto Tunut menjelaskan, pembangunan kehutanan dalam paradigm baru ini, lebih memberikan kesempatan pada masyarakat untuk berperan serta, dalam pengelolaan sumber daya hutan secara optimal dengan memperhatikan kelestariannya. Untuk itu, diperlukan upaya pengembangan sumber daya manusia yang handal dan professional, kreatif dan berwawasan global.

“Penatausahaan hutan pada hutan hak, dimaksudkan untuk ketertiban peredaran hasil hutan hak, bertujuan untuk melindungi hak privat serta kepastian hukum dalam kepemilikan atau penguasaan dan pengangkutan hasil hutan yang berasal dari hutan hak,” tukasnya.

TEKS / FOTO: SAUKANI  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *