Deru : Perbedaan Suku, Bahasa dan Sesama Agama Jangan Memecah Belah Bangsa

Herman Deru, mantan Bupati OKU Timur

Herman Deru, mantan Bupati OKU Timur

PALEMBANG | KSOL – Herman Deru, mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur mengatakan, salah satu langkah penting dalam rangka mengisi Kemerdekaan  hendaknya masyarakat, agar tetap menjaga keutuhan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Al Ittihaadu asasun najah, artinya, persatuan itu adalah pangkal kesuksesan,” ujar Deru menyampaikan sebuah syair arab di Griya Maharani, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang, belum lama ini dalam rangkaian peringatan HUT ke-71 RI.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru yang akan menjadi Bakal Calon (Balon) Gubernur Sumsel 2018 ini,  kembali menegaskan tentang pentingnya kebersamaan dan persatuan membangun bangsa yang maju, khususnya Provinsi Sumatera Selatan.

Oleh karenanya, menurut Deru, adanya perbedaan suku, bahasa bahkan sesama agama seharusnya tidak memecah belah bangsa.  “Karena bila kebersamaan sudah terwujud, kita akan mudah untuk bersama-sama memajukan wilayah kita Palembang khususnya, dan Sumsel pada umumnya,” tegas ayah dari anggota DPD RI, Percha Leanpuri.

Pada peringatan malam puncak HUT RI ke-71, tokoh Sumatera Selatan, Herman Deru juga mengajak warga Sumsel mengheningkan cipta, merenungi jasa-jasa pejuang kemerdekaan yang telah korbankan jiwa dan raganya keluar dari cengkraman penjajahan. Jasa para pejuang tersebut harus dimaknai dengan kerja nyata membangun kampung halaman masing-masing.

“Jasa mereka takkan berarti jika kita, para penerusnya hanya diam, berpangku tangan. Saya ajak suadara sekalian merenung sejenak untuk mengenang jasa-jasa para pejuang kemerdekaan ini sehingga kita tergerak melakukan hal kecil tapi nyata di lingkungan kita,” Mengheningkan cipta itu berlangsung hikmat diikuti warga.

TEKS / FOTO : REL | EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *