Usai Asian Games, Semen Baturaja Lebarkan Jaring Bisnis

JAKARTA  I  KSOL — Perusahaan semen pelat merah, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk berencana membuka pasar baru di kawasan Sumatera bagian selatan sebagai antisipasi atas berakhirnya proyek-proyek yang menggunakan produk perusahaan di Sumatera Selatan seperti pembangunan fasilitas penunjang Asian Games 2018.

Direktur Utama Semen Baturaja, Pamudji Rahardjo mengatakan, penetrasi pasar yang baru tetap akan dilakukan di wilayah utama pemasaran perusahaan yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Namun, pemasaran kali ini akan dilakukan di daerah yang terbilang pedalaman mengingat tak semua pelaku usaha mau masuk ke dalamnya.

“Kami berani masuk kesana karena belum ada pelaku pasar yang mau. Pasalnya mengangkut ke sana tidak ekonomis, sedangkan kami ada pabrik di Sumatera Selatan sehingga kami berani-berani saja. Ini kami lakukan demi antisipasi oversupply selepas permintaan utama, seperti Asian Games, selesai,” jelas Pamudji di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (2/8).

Ia menjelaskan, saat ini proyek Asian Games mengambil permintaan yang banyak pada karena ada beberapa pembangunan seperti tower wisma atlet Jakabaring dan juga fasilitas Light Rail Transit (LRT) Palembang.

Pamudji melanjutkan, hingga semester I tahun ini, perusahaan telah menjual 41,095 ribu ton untuk pembangunan LRT, atau 6,04 persen dari total penjualan semen perusahaan sebesar 693,19 ribu ton. Sayangnya, ia tak menjelaskan berapa besar proporsi penjualan perusahaan yang digunakan untuk pembangunan wisma atlet.

“Sekarang Sumsel sedang ada pembangunan besar-besaran, seperti jembatan-jembatan baru hingga pembangkit listrik. Setelah itu baru kami akan perkuat pasar, karena yang paling menarik di Sumatera Selatan itu adalah susahnya pemain lain untuk membawa semen curah ke daerah pedalaman,” katanya.

Selain mengantisipasi kelebihan suplai, penciptaan pasar baru ini juga dimaksudkan untuk menyerap tambahan produksi baru setelah pabrik baru milik perusahaan bernama Baturaja II beroperasi di akhir Juni 2017. Jika nanti pabrik itu selesai, maka kapasitas produksi perusahaan bisa meningkat dari 2 juta ton menjadi 3,85 juta ton.

Pamudji mengatakan progres pabrik Baturaja II baru sebesar 61,29 persen per akhir Juni 2016 dan ditargetkan selesai tepat waktu. “Jika produksi kami meningkat dan penjualan juga lancar, kami harapkan bisa menjadi pemain semen terkuat di Sumatera Selatan. Saat ini market share kami di sana sebesar 50 hingga 55 persen, dan nantinya kami harap bisa meningkat,” jelasnya.

Sebagai informasi, volume penjualan semen perusahaan per semester I 2016 tercatat sebesar 693,19 ribu ton atau meningkat empat persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 666,18 ribu ton. Hal tersebut berimbas pada tumbuhnya pendapatan perusahaan menjadi Rp651,93 miliar atau naik 3 persen dibandingkan tahun lalu Rp635,23 miliar.

TEKS : CNN INDONESIA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *