Tingkatkan Hasil Pertanian, BP2KP Evaluasi Kinerja Penyuluh

EMPAT LAWANG | KSOL –  Memaksimalkan kinerja para penyuluh pertanian di Empat Lawang, Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) terus melakukan evaluasi dan pembinaan.

Selasa (9/8/2016), para penyuluh petanian Kecamatan Tebing Tinggi dan Saling, mengikuti pelatikan tekhnis Pendamping Penumbuhan dan Penilaian Kelas Kelompok Tani. Kegiatan ini, difokuskan tentang tekhnis penanaman padi, selain itu, untuk mengevaluasi sejauh mana kegiatan para penyuluh pertanian dalam pembinaan kelompok tani (Koptan) yang ada didua kecamatan tersebut.

“Tolak ukur berkembangnya koptan, ya tergantung kinerja para penyuluh juga. Koptan berkembang itu meliputi beberapa kategori penilaian mulai dari 0-250 itu kelompok tani pemula, 251-500 madya serta 751 -1000 itu kelompok tani puncak,” jelas Koordinator Penyuluh BP2KP Empat Lawang, Tulus Setyo Purwoko, disela pelatihan tekhnis bagi penyuluh pertanian.

Tulus menambahkan, kedepan semua petani di Indonesia diupayakan tergabung dalam koptan. Kenapa harus demikian, ya itu tadi, agar para petani bisa lebih handal. Begitu juga di Empat Lawang, melalui koptan nantinya para petani bisa diberikan pembinaan sekaligus bisa disalurkan berbagai bantuan pertanian. “Ini demi kesejahteraan petani itu sendiri, kita berupaya memaksimalkan agar para petani di Empat Lawang lebih handal dan sukses,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala BP2KP  Empat Lawang, H Fadilla Marik mengingatkan, penyuluh pertanian sifatnya hanya sebagai pendamping, supaya para petani bisa mengerti bagaimana cara bertani, menanam padi dengan baik.

“Pendamping itukan ada dua, dari TNI dan juga dari Penyuluhan Pertanian. Nah kalau dari TNI mereka ikut membantu menanam, sedangkan kami secara tehknisnya,”kata Fadilla.

Pelatihan tekhnis, dilakukan bagi seluruh penyuluh pertanian di Empat Lawang. Namun, tak hanya pelatihan lokal Empat Lawang, kedepan juga akan ada pelatihan dluar daerah. “Penyuluh nantinya juga akan diberikan pelatihan diluar daerah, seperti Lampung, Martapura, dan Kabupaten Bogor, tapi untuk waktunya itu tergantung dengan pemerintah pusat,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI | EDITOR :  IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *