Susno Duadji, Jenderal Bintang 3 Asal Sumsel Balek Dusun Jadi Petani

PAGARALM  I  KSOL — Masih ingat dengan sosok mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Polisi Susno Duadji? Nama mantan perwira tinggi kepolisian itu dikenal akibat ucapan cicak versus buaya saat berseteru dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak hanya itu, Susno juga menjadi pesakitan akibat dituduh menggelapkan dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 dan kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari lalu. Gara-gara kasus itu, dia dijebloskan ke penjara selama 3,5 tahun. Ia sempat dijemput paksa oleh Kejaksaan Agung dan dimasukkan ke Lembaga Permasyarakatan Cibinong pada Mei 2013 lalu. Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?

Setelah lama kasusnya berlalu, kini Susno memilih pulang ke tanah kelahirannya di Pagaralam, Sumatera Selatan. Untuk mengisi waktu luangnya, Susno memilih bertani dengan menggarap lahan milik kedua orangtuanya, seperti kebun, sawah, pekarangan dan kolam ikan. “Sawah ini adalah warisan orangtua saya yang juga petani, luasnya tidak seberapa. Sekarang saya garap sendiri, benaran loh!” tulis Susno lewat akun Facebook miliknya, Selasa (24/5/2016).

Lewat profesinya saat ini, Susno mengaku lebih memahami kesulitan yang dialami para petani, mulai harga gabah saat musim panen yang tidak sebanding dengan ongkos produksi, seperti ongkos garap, pupuk, obat-obatan, dan benih. “Bukan subsidi yang kami harap, tapi harga beras dan gabah yang harus sebanding dengan ongkos produksi,” ungkapnya.

TEKS : MERDEKA.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *