Pentingkan Idealisme, Eva Celia Cuek Musiknya tak Laku

JAKARTA  I  KSOL — Penyanyi sekaligus model Eva Celia mengutamakan idealismenya dalam bermusik. Ia tidak khawatir jika musiknya tak laku di pasaran dan tak bisa diterima oleh semua kalangan.

“Menurut saya jika saya bikin sesuatu yang sejujur mungkin, orang yang butuh pesan saya bisa menemukan musik saya, kalau tidak berarti musik saya bukan untuk mereka,” kata Eva di Fairmont, Jakarta, Jumat (30/7).

Terjunnya Eva ke dunia musik bukan hal baru, mengingat sejak 15 tahun Eva sudah mulai belajar musik didampingi ayahnya yang juga musisi jazz kenamaan Indra Lesmana. Namun saat ini dia ingin lebih serius menciptakan lagu dengan mengeluarkan album pertamanya.

“Rencananya ada sembilan lagu, singlenya sudah rilis pada 2015 lalu dengan judul Reason,” kata dia.

Eva mengakui dalam menggarap album ini, dirinya membutuhkan waktu yang panjang. Hal itu disebabkan dirinya sering merasa ada yang kurang dalam karya yang dibuatnya.

“Untuk menyelesaikan album ini cukup lama ya. Sempat vakum enam bulan karena proses kreatifnya agak terhambat (karena terlalu perfeksionis), lalu saya ubah mentalnya, biar bikin aja lah,” kata dia.

Adapun lagu-lagu yang ia ciptakan kebanyak bercerita tentang apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan. “Sangat personal. Album ini sangat spesifik menceritakan bagaimana caranya kita sebagai manusia enggak hanya menerima yang baik saja, tapi bagaimana menerima diri sendiri ketika kita terpuruk,” ucap dia.

Meski ayahnya adalah seorang musisi jazz, Eva menuturkan dirinya tak terpatok pada satu genre musik saja, dia pun mencoba membuka diri dengan mendengarkan musik lainnya. Untuk membangun kekompakan dengan band pengiringnya, Eva mengaku tak menemui banyak kesulitan.

Karena selain sudah mengenal satu sama lain dari komunitas jazz, dia dan bandnya pun sudah saling mengerti kesukaan masing-masing.

TEKS/FOTO : REPUBLIKA.CO.ID/ANTARA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *