Seorang Warga Ditemukan Membusuk Tergantung dalam Rumahnya, Diduga, Korban Gangguan Jiwa

MUARAENIM I KSOL – Diduga menderita sakit jiwa, Holdin (50) warga Desa Paduraksa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, ditemukan tewas menggenaskan dengan cara gantung diri dalam kondisi tubuh sudah membusuk, di dalam rumahnya, Kamis (21/7/16).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian tersebut diketahui ketika salah seorang tetangga korban bernama Bahruni, sekitar pukul 15.30 WIB, lewat di depan rumah korban.

Ketika melintas, ia melihat posisi pintu masih tertutup karena korban ditinggal sendiri oleh anak dan istrinya yang bekerja sebagai buruh upahan di daerah Kecamatan Semende, Muara Enim.

Namun Bahrumi agak penasaran. Sebab ketika melintas mencium bau busuk dan banyak lalat yang keluar masuk dari dalam rumah korban. Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Bahruni melaporkan kejanggalan tersebut ke Amirudin dan Bakarudin tetangganya.

Mereka dan warga lainnya kemudian beramai-ramai melakukan pengecekan ke rumah korban dengan cara mengintip lewat atap genteng. Betapa kagetnya ketika mereka melihat korban sudah tergantung di salah satu kayu kasau rumahnya.

Atas temuan tersebut warga kemudian melaporkan ke Erham Kades Paduraksa dan dilanjutkan ke Polsek Tanjung Agung. Anggota Polisi bersama warga akhirnya membuka paksa rumah untuk melakukan evakuasi korban yang sudah tewas dan membusuk.

“Korban tewas diduga pada hari Minggu (17/7) sore. Karena menurut tetangganya Bahruni, pada hari itu sekitar pukul 09.00 WIB, ia masih melihat korban keluar dari rumahnya berbelanja ke warung,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus kepada Reporter RGBA FM mengatakan, bahwa dari keterangan saksi-saksi  di lokasi kejadian bahwa korban sering tinggal sendirian di rumah karena istri dan anaknya pergi mengambil upahan berkebun ke Semendo sejak hari Kamis (14/7/16).

Bahkan sebelumnya, kata Kades Paduraksa, korban pernah mengalami gangguan jiwa dan sudah pernah dibawa ke RS Jiwa Palembang untuk berobat. Untuk aksi percobaan gantung diri, ternyata juga pernah dilakukan pada tahun 2014 lalu, namun sempat diketahui istri dan tetangganya sehingga nyawanya bisa di selamatkan.

Saat ini, kata Hendra, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan membawa korban ke Puskesmas Tanjung Agung untuk dilakukan visum guna penyelidikan lebih lanjut.‎

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN REPORTER RGBA FM I EDTOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *