Antisipasi Terjadinya Kekerasan, Ombudsman Pantau OSPEK di Sekolah

PALEMBANG, KSOL – Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) langsung memantau pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (ospek) atau Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di Kota Palembang. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif (pencegahan)  agar tidak terjadi kekerasan saat berlangsungnya agenda tahunan tersebut. Kesempatan itu juga dimanfaatkan lembaga negara ini untuk mendalami proses penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Sebetulnya kami sudah mendirikan posko pengaduan masyarakat dengan menerapkan konsep yang berkeadilan. Tapi sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat, baik terkait penerimaan siswa baru kemarin,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman Sumsel Indra Juardi kepada media di SMAN 1 Palembang, belum lama ini, (13/7/2016).

Dia menilai, pelaksanaan PPDB di sejumlah sekolah sudah sesuai aturan pemerintah. Calon siswa yang dinyatakan lolos sudah disiarkan melalui website yang kelola Disdikpora Palembang, termasuk proses seleksi dan tahapan lainnya. “Kita tidak menemukan adanya pungutan liar dalam PPDB, namun bagi masyarakat yang mengetahui permainan tersebut bisa dilaporkan kepada Ombudsman Sumsel,” ujarnya.

Dia berjanji akan membawa pelanggaran tersebut ke ranah pidana melalui Ombudsman Pusat. Pihaknya pun akan merekomendasikan sanksi bagi kepala sekolah maupun guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Kami bisa saja rekomendasikan guru bersangkutan turun pangkat atau lainnya, asalkan pelanggaran yang dibuat sudah merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah sekolah unggulan mulai menyelenggarakan ospek lebih dulu dibanding sekolah lain. Salah satunya SMAN 1 Palembang sudah memulai Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) sejak Senin (11/7/2016).

Di bidang kedisplinan, sekolah ini menggandeng prajurit TNI AD. Komandan Koramil (Danramil) 418-02/Pakjo Kapten CZI Supagiyo memastikan latihan yang diberikan tidak akan mengandung unsur kekerasan. Siswa hanya akan diberikan pelatihan dasar kedisplinan dan wawasan kebangsaan. “Bukan zaman lagi kekerasan di dalam sekolah, mereka tidak diajak untuk lebih mengenali tentang wawasan kebangsaan lalu dilanjutkan dengan latihan dasar kedisiplinan, serta latihan baris berbaris,” tukasnya.

TEKS/FOTO : SONNY KUSHARDIAN  I EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *