Pendidikan Berkualitas Harus Dimulai dari PAUD

JAKARTA, KSOL — Pendidikan berkualitas harus dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini karena fase pendidikan yang paling penting adalah saat anak masih kecil. Demikian Mendikbud Anies Rasyid Baswedan di Jakarta Senin (20/6 2016). Dikatakannya, bahkan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi itu perbaiki PAUD-nya lebih dulu. Investasi pendidikan yang menghasilkan pengembalian terbesar adalah investasi di pendidikan usia dini.

“Jadi rajin atau tidak, jadi disiplin atau tidak. Makannya rajin atau tidak, makannya sehat atau tidak, siap olahraga atau tidak, itu semua ditentukan sejak dini. Baru makan saja sudah menghasilkan masyarakat yang sehat. Bayangkan jika anak-anak kita diajarkan makan junk food, dia sudah menghasilkan ongkos yang besar untuk masyarakat,” ucapnya.

Anies menambahkan, karena itulah sangat penting memberikan fokus pada pendidikan di usia dini.
Dalam kesempatan terpisah Alexandria Islamic School berupaya mencetak generasi muda yang berahlak mulia dan berwawasan global. Karena itu dalam sistem pengajarannya, sekolah ini menerapkan metode pengajaran 3 in 1 PAS. Yakni Academic Personal Approach Solutions, Behavior Personal Approach Solution,  Life Skill Personal Approach Solution.

Metode pengajaran yang demikian membuat setiap siswa dengan berbagai bakat, kemampuan dan potensi bisa berkembang optimal,” kata pendiri Yayasan Laena International College (YLIC) Ir HM Idris Laena.

Metode pengajaran tersebut, Alexandria Islamic School jelas Indris melengkapi dengan berbagai fasilitas dan sarana pendukung yang sangat memadai dan modern. Mulai dari mini library yang terletak di depan dan dibelakang kelas untuk kegiatan praktik ringan mata pelajaran matematika dan ilmu alam (MIA). Selain itu terdapat pula 8 laboratorium modern serba canggih. Seperti laboratorium musik modern dan tradisional, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, dan beberapa laboratorium lainnya.

Islamic School menggunakan dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dengan terbiasa menggunakan bahasa internasional ini menurut Idris siswa secara tidak langsung dilatih untuk  belajar dalam suasana pergaulan internasional.   “Untuk menghilangkan kejenuhan dan menjaga kebugaran  siswa sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas seperti cafe, fitness centre, lapangan futsal dan berbagai fasilitas lainnya. Sedangkan untuk mengisi kekosongan jiwa,  secara  rutin pihak sekolah juga mendatangkan para penceramah dari luas sekolah,” pungkas Idris.

TEKS/FOTO : KR-JOGYA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *