Anak Seharusnya Konsumsi Hiburan Sesuai Usia

YOGYAKARTA, KSOL — MELALUI anak-anak yang memang memiliki bakat luar biasa di bidang olah vokal dan tarik suara, harapan untuk kembali mempopulerkan lagu anak nusantara coba dihidupkan. Gebrakan ini yang akan terus diupayakan melalui awal launching album ‘Kembalikan Lagu Anak Nusantara’ yang dilakukan di Atrium Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Minggu (26/6/2016) malam.

“Tidak semestinya anak-anak dicekoki dengan lagu-lagu cinta, galau atau semacamnya. Mereka belum waktunya tahu itu. Masa kanak-kanak seharusnya menjadi masa yang paling menyenangkan bagi mereka untuk bermain dan mendapatkan hiburan sesuai usianya,” tegas produser sekaligus pencipta lagu-lagu dalam album tersebut, Bilung AB Senin (27/6).

Sebab itulah melalui rilis album ini ia berharap menjadi langkah awal untuk melakukan gebrakan mengembalikan lagu anak bagi anak-anak di Indonesia. Pasalnya saat ini ia melihat hampir tidak ada lagi lagu-lagu khusus untuk anak setelah era penyanyi cilik tahun 1990-an. Sehingga tidak heran, anak-anak mencari hiburannya sendiri, termasuk mengonsumsi hiburan yang selayaknya belum untuk usianya.

“Tidak bisa memungkiri saat ini banyak anak yang sudah terlalu dewasa dibanding usianya. Sebab musik itu pembawa karakter yang kuat. Banyak pesan yang bisa disampaikan lewat musik. Ketika pesan itu tidak tepat, jelas akhirnya juga kurang baik,” ungkap Bilung yang dibantu sepenuhnya Diana Musik dalam proses ini.

Pada album ini, selain menggandeng anak-anak yang notabene terlahir dari tokoh Yogya di berbagai bidang, juga anak beberapa anak difabel yang dilibatkan. Terbukti mereka memiliki kualitas dan kapasitas mumpuni sehingga mengundang decak kagum penonton saat launching album tersebut.

Sementara mengenai pembinaan karakter melalui musik juga pernah disampaikan salah satu tokoh musik Yogyakarta, Memet Chairul Slamet.

Menurutnya seni musik dapat secara efektif membentuk karakter generasi muda. Sebab dengan belajar musik, seseorang dengan sendirinya juga dapat belajar kepemimpinan, kedisiplinan hingga toleransi.
“Bermain musik juga dengan rasa dan logika. Keduanya penting juga untuk melakoni kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

TEKS : KR-YOGYA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *