Pembangunan di Muaraenim Tidak Berkualitas, Harus Lakukan Seleksi Ketat terhadap Kontraktor

0fc89-1395209901_logo_partai_nasdemMUARA ENIM, KSOL – Mayoritas pembangunan proyek di Kabupaten Muaraenim Sumatera Selatan (Sumsel) dinilai kurang bermutu. Buktinya, masih ada proyek yang baru selesai dibangun, tetapi sudah mengalami kerusakan. Terkait dengan hal itu, sebaiknya SKPD dapat lebih ketat dalam menentukan kontraktor yang melaksanakan proyek.

Hal itu diungkapkan Fraksi Nasdem dalam pandangan umum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Muara Enim pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Muara Enim, Rabu (22/6/16).

“Kita masih menemukan ada proyek irigasi yang baru saja dibangun tetapi sudah rusak. Untuk itu, kita minta SKPD atau ULP agar memilih atau menentukan kontraktor yang mengerjakan proyek untuk benar-benar profesional,” ungkap Vera Erita, Anggota Fraksi Nasdem DPRD Muaraenim.

Menurut Fraksi Nasdem, proyek yang baru dibangun, tetapi kondisinya sudah rusak sangat mengecewakan. Apalagi pembangunannya dari anggaran penerintah yang sumber dananya dari masyarakat.

Atas dasar itu, Fraksi Nasdem menegaskan agar SKPD dapat lebih ketat dalam menentukan kontraktor yang melaksanakan proyek. Dengan begitu, menurutnya pelaksanaan proyek dapat terlaksana lebih baik.

Seharysnya, pihak terkait melakukan survei terhadap  kondisi di lapangan sebelum melaksanakan pembangunan proyek yang telah diberikan ke pelaksana kontraktor.  “Atas hal itu Fraksi Nasdem mnedesak kepada Bupati dapat mengatasi hal ini. Karena bangunan fisik ini merupakan pembangunan yang sangat diharapkan. Untuk itu harus berkualitas,” tuturnya.

Lebih lanjut Vera mengatakan, kualitas pembangunan proyek yang dibangun sangat penting. Apalagi pembangunan tersebut merupakan sarana dan fasilitas untuk kepentingan umum. Oleh karena itu, menurutnya harus mengutamakan mutu dan kualitas. “Jangan meremehkan pembangunan proyek yang telah diberikan kepercayaan untuk membangunnya,” tegasnya.

‎ Menurut pantauan di lokasi, pandangan umum LKPJ Bupati Muara Enim pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Muara Enim‎ itu, rata-rata fraksi di DPRD Kabupaten Muara Enim menerima. Nyaris tidak ada sanggahan ataupun interupsi yang mengkritik kebijakan.

Hanya Fraksi Nasdem yang berani mengritisi persoalan kontraktor nakal dan meminta eksekutif untuk lebih ketat dalam seleksi pelaksanaan proyek. Pemerintah harus menindak tegas kepada kontraktor bila dalam pelaksanaan proyek masih ditemukan bangunan yang tidak sesuai dengan juknis. Mengingat sering banyaknya ditemukan proyek yang bangunannya amburadul dan tidak sesuai dengan yang diharapkan, sementara anggaran pembangunan nominalnya sangat besar,” ujarnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *